Banda Aceh | TRIBUNEIndonesia.com
Ketua Relawan Prabowo-Gibran Arenas 08, Muamar Saputra, mengingatkan warga Kota Banda Aceh agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu adu domba yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.
Saat ditemui awak media di salah satu kedai kopi di Banda Aceh, Muamar menyebut ada kelompok-kelompok yang terus mencari kesalahan Pemerintah Kota Banda Aceh, kemudian membesar-besarkan seolah-olah merekalah pahlawan.
“Jangan sampai warga terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab. Kami juga meminta para keuchik untuk mengingatkan masyarakat di desanya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi,” ujar Muamar.
Muamar menegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh bukanlah pemerintahan yang alergi kritik. Hal itu terlihat dari hadirnya program quick response atau respon cepat. Setiap laporan masyarakat yang masuk, kata dia, langsung ditindaklanjuti oleh tim khusus dan diteruskan ke dinas terkait.
“Ini bukti bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh selalu merespons cepat aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menilai program-program yang dijalankan saat ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Mulai dari pelaksanaan pasar murah, pembagian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan secara adil dan transparan, hingga memperjuangkan nasib PPPK paruh waktu.
Selain itu, Pemerintah Kota juga rutin mengadakan program sosial seperti mengajak anak yatim berbelanja pakaian menjelang hari raya, penyaluran beras murah, dan berbagai kegiatan lainnya.
Muamar juga menekankan bahwa pemerintah kota saat ini berkomitmen menegakkan syariat Islam di Kota Banda Aceh. Salah satunya dengan memberantas praktik maksiat di hotel, rumah kos, maupun kafe.
“Beliau (Wali Kota Banda Aceh) berjuang menyelamatkan generasi muda kita dari budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan nilai syariat Islam,” ucapnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tetap mendukung program pembangunan dan tidak terpengaruh upaya segelintir kelompok yang ingin menciptakan kegaduhan di Banda Aceh.
(Redaksi)