Deli Serdang | TribuneIndonesia.com-
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa persatuan bangsa hanya bisa terjaga bila seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, bersatu padu dalam mendukung program pembangunan nasional.
Pesan ini disampaikan Wapres saat menghadiri Musyawarah Pelayanan (Mupel) Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Retreat Centre GBKP Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (28/08/2025). Dalam kesempatan itu, Wapres hadir bersama Ibu Selvi Gibran Rakabuming Raka dan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan.
Dorong Gagasan Strategis
Di hadapan ribuan peserta, Wapres mengajak seluruh jemaat untuk melahirkan gagasan dan terobosan yang sejalan dengan visi-misi Presiden RI H. Prabowo Subianto.
“Saya berharap musyawarah ini bisa melahirkan gagasan yang memperkuat komitmen dan konsistensi GBKP dalam menjaga persatuan demi melindungi keutuhan Indonesia sebagai bangsa majemuk,” ujar Wapres.
Ia menambahkan, hasil musyawarah hendaknya disinergikan dengan program nasional, mulai dari pendidikan, pangan, hingga lingkungan hidup.
“Saya mohon hasil musyawarah ini selaras dengan visi-misi Presiden. Dari persoalan pendidikan, pangan, hingga lingkungan, semua bisa kita jalankan bersama,” tegasnya.
Peran Komunitas Agama
Menurut Gibran, keterlibatan komunitas agama sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa program pemerintah tidak akan berarti bila tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
“Program dari Bapak Presiden tidak ada artinya kalau tidak bisa dinikmati masyarakat. Tidak ada artinya kalau tidak tepat sasaran. Ini yang paling penting,” pungkasnya.
Mamre sebagai Pendidik Sukacita
Sementara itu, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Krismas Imanta Barus, menjelaskan tema musyawarah tahun ini: “Mamre Sang Pendidik Sukacita”. Tema tersebut, kata dia, mencerminkan tekad kaum Bapa GBKP untuk menghadirkan sukacita dalam mendidik keluarga dan lingkungan.
“Mupel Mamre dilakukan lima tahun sekali. Tema ini menjadi refleksi agar kaum Bapa mampu menjadi pendidik yang penuh sukacita dalam keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Mamre tidak hanya berperan dalam lingkup pribadi, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi keluarga, jemaat, dan komunitas luas.
“Mamre berfokus sebagai imam di tengah keluarga, membimbing, mengayomi, dan menjaga agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik,” tambahnya.
Forum Besar Kaum Bapa GBKP
Mamre sendiri merupakan lembaga persekutuan Kaum Bapa di lingkungan GBKP, dengan anggota yang tersebar di 856 Runggun (Majelis Gereja), mencakup lebih dari satu juta jemaat di 30 provinsi.
Musyawarah Pelayanan Mamre dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Agenda utamanya adalah mengevaluasi program sebelumnya, merumuskan rencana lima tahun ke depan, sekaligus melakukan periodisasi kepengurusan.
Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar lima ribu peserta yang terdiri atas pengurus Mamre se-Indonesia, jemaat, serta masyarakat sekitar.
Ilham Gondrong