Viral Dugaan Penyalahgunaan Dana dan Hilangnya Inventaris Desa Kuta Buluh, Mengapa Belum Ada Langkah Nyata?

- Editor

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIMBUNEINDONESIA | ACEH TENGGARA — Sorotan terhadap pengelolaan Dana Desa kembali mencuat di Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, setelah muncul dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang disertai persoalan hilangnya sejumlah inventaris desa yang  tidak lagi berada di desa.

 

Persoalan tersebut menjadi perbincangan masyarakat karena selain menyangkut penggunaan anggaran publik, berbagai informasi terkait dugaan tersebut juga telah beredar luas dan menjadi perhatian masyarakat. Namun hingga kini, masyarakat masih mempertanyakan langkah konkret dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan pengawasan maupun pemeriksaan.

 

Di tengah sorotan tersebut, muncul pula dugaan hilangnya sejumlah aset desa yang disebut tidak lagi berada di lokasi sebagaimana mestinya. Inventaris yang dipersoalkan disebut mencakup alat PKK, becak motor, jektor, hingga bak perontok padi.

 

Laporan masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua DPD LSM WGAB, Samsul Bahri, yang mengaku melakukan konfirmasi langsung kepada mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Kuta Buluh bersama sejumlah perangkat desa.

 

Menurut keterangan yang disampaikan Samsul Bahri, dalam pertemuan tersebut disebutkan bahwa sebagian aset memang sudah tidak lagi berada di desa. Bahkan, terkait salah satu inventaris berupa jektor, disebutkan bahwa barang tersebut telah dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli pompa air (sanyo) serta tong air guna kebutuhan MCK desa.

 

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme pengelolaan aset desa. Sebab aset desa pada prinsipnya merupakan barang milik publik yang dibeli menggunakan anggaran negara sehingga penggunaannya wajib dilakukan secara transparan, tercatat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Masyarakat kini mempertanyakan, apabila benar terjadi pengalihan, penjualan, atau pemanfaatan aset desa, apakah seluruh proses tersebut telah dilakukan sesuai mekanisme administrasi, melalui prosedur resmi, dan tercatat dalam dokumen pemerintahan desa?

Baca Juga:  UPTD SD Negeri 7 Bireuen Ikut memeriahkan HUT RI ke 80

 

Besarnya anggaran Dana Desa yang terus meningkat dari tahun ke tahun seharusnya berjalan seiring dengan pengawasan yang kuat. Ketika dugaan persoalan penggunaan anggaran maupun aset desa telah menjadi perhatian publik, masyarakat tentu berharap adanya langkah cepat berupa klarifikasi, audit, pemeriksaan administrasi, maupun pengawasan resmi dari instansi terkait.

 

Ketua DPD LSM WGAB, Samsul Bahri, mendesak agar Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara segera melakukan audit menyeluruh terhadap inventaris Desa Kuta Buluh, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap buku inventaris desa, dokumen serah terima jabatan, administrasi aset, hingga dokumen pendukung lainnya.

 

Selain itu, pihaknya juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kute (DPMK) Kabupaten Aceh Tenggara melakukan pembinaan serta pemeriksaan administrasi guna memastikan tata kelola aset maupun penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

 

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar jawaban bahwa barang sudah tidak ada, tetapi kepastian administrasi, transparansi, dan pertanggungjawaban yang jelas,” ujar Samsul Bahri.

 

Kini perhatian masyarakat tertuju pada langkah pemerintah desa, Inspektorat, maupun instansi terkait. Sebab semakin lama persoalan ini tidak memperoleh kejelasan, semakin besar pula pertanyaan publik yang muncul: mengapa dugaan yang telah menjadi perhatian masyarakat luas belum juga menunjukkan langkah nyata?

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi serta tindakan dari pihak terkait guna memastikan seluruh pengelolaan Dana Desa maupun aset publik benar-benar berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. ***

Berita Terkait

Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H, Bupati Bireuen Ajak ASN Perkuat Sinergi dan Hilangkan Ego Sektoral
Smp 4 pembukaan secara resmi kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Tahun 2026
​Pangkas Titik Blank Spot, Duet Hengky Honandar – Randito Maringka Banjir Pujian dari Masyarakat Pinangunian
​Aksi Cepat Kodim 1310/Bitung Tanggulangi Kebakaran Rumah Warga di Matuari
Bupati Aceh Tenggara Belum Beri Penjelasan, Tindak Lanjut Putusan MA Diserahkan ke Sekda
​Peringati Hari Lahir Pancasila, Pelindo Regional 4 Bitung Tekankan Pentingnya Merawat Keberagaman
​Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Bitung: Wakil Walikota dan Dandim Tegaskan Sinergitas Kawal Ideologi Negara
​Pimpin Upacara 1 Juni, Kapolres Bitung Ajak Personel Jadikan Pancasila ‘Bintang Penuntun’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:03

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Selasa, 2 Juni 2026 - 02:10

Miris! Setahun Menikah dan Telah Memiliki Anak, Seorang Ibu di Deli Serdang Mengaku Ditinggalkan Suami Tanpa Nafkah

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14

Praktisi Hukum Muda Deli Serdang: Pancasila Adalah Pilar Utama Menjaga Persatuan dan Mewujudkan Indonesia Maju

Senin, 1 Juni 2026 - 09:45

Aset Desa Kuta Buluh Raib? Ketua LSM WGAB Syamsul Bahri Desak Audit Total, Warga Pertanyakan Ke Mana Inventaris Desa

Minggu, 31 Mei 2026 - 03:11

SOMASI Desak Pemerintah Pusat dan Aceh Selaraskan Aturan Desa dalam Revisi UUPA

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:05

Wali Kota Banda Aceh Tegaskan Penegakan Syariat Islam Harus Berjalan Sesuai Qanun Aceh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31

Dugaan Hilangnya Inventaris Desa Kuta Buluh Jadi Sorotan, LSM Desak Inspektorat Audit Aset Desa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:04

Dampingi Bupati DAN POS TNI AL MANGGAR SAMBANGI BUKU LIMAU

Berita Terbaru

Olah Raga

Garuda Muda Hantam Myanmar 3-0

Selasa, 2 Jun 2026 - 04:15