Toppis Diminati Masyarakat: Stok Cepat Habis, Harga di Pasaran Menurun

- Editor

Kamis, 16 Oktober 2025 - 23:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LUBUK PAKAM I TribuneIndonesia. Com-Keberadaan Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (Toppis) melalui Kios Deli Serdang Sehat yang didirikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam menekan laju inflasi, mulai membuahkan hasil.

Tolok ukur keberhasilannya, salah satunya bisa dilihat dari stok kebutuhan pokok atau komoditi yang dijual diminati masyarakat. “Respon masyarakat positif ditandai dengan cepat habisnya stok komoditi barang kebutuhan pokok yang dijual di Kios Deli Serdang Sehat” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deli Serdang, Putra Jaya Manalu SE MM dalam keterangan resminya, Kamis (16/10/2025).

Tolok ukur keberhasilan lainnya, rinci Kepala Disperindag, harga barang kebutuhan pokok yang dijual di Toppis/Kios Deli Serdang Sehat, lebih rendah dari harga eceran di pasar tradisional, stok komoditi di Toppis selalu tersedia, dan penurunan harga di pasar setelah Toppis mulai beroperasi.

“Contoh di Pasar Deli Tua, harga cabai sebelumnya Rp77 ribu per kilogram, dan hari ini seharga Rp 65 ribu per kilogram,” sebut Kepala Disperindag.

Dijelaskan Kepala Disperindag, Toppis Kios Deli Serdang Sehat dilaunching di Pasar Deli Tua, pada Rabu, 8 Oktober 2025 lalu. Sekarang telah berdiri lima Toppis, antara lain di Pasar Deli Tua, Inpres Tanjung Morawa, Pancur Batu, Bakaran Batu dan Delimas, Lubuk Pakam.

“Kelimanya telah menjual barang kebutuhan pokok, di antaranya beras SPHP, MinyaKita, gula pasir, cabai merah dan telur,” sebut Kepala Disperindag.

Dalam waktu dekat, Pemkab Deli Serdang kembali akan membuka dua gerai Toppis, yakni di Pasar Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan dan di Suzuya, Tanjung Morawa.

Baca Juga:  Kabid PUEM DPMG Pidie Sosialisasi Pembentukan BUMDes dan Pengelolaan Dana Gampong Tahun 2025

Kembali, Kepala Disperindag menegaskan, harga jual komoditi di Toppis lebih rendah dari harga di pasaran. Misal di Toppis Deli Tua, untuk beras dijual Rp 56.500/5 kg, sedangkan harga pasaran Rp 70 ribu/5 kg. Untuk harga gula pasir di Toppis Rp16.500/kg, di pasaran seharga Rp17 ribu/kg, dan cabai merah di Toppis dijual seharga Rp 63 ribu/kg, dan di pasaran Rp70 ribu/kg.

Sebelumnya, pada launching Toppis di Pasar Kota Tua (Old Town), Kecamatan Deli Tua, pada Rabu, 8 Oktober 2025, Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menjelaskan, kehadiran Toppis/Kios Deli Serdang Sehat diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga bahan pokok, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Semoga langkah ini bisa menstabilkan harga cabai yang masih tinggi,” ujar Bupati.

Dengan adanya Toppis/Kios Deli Serdang Sehat, Bupati berharap, harga-harga komoditas, terutama pemicu inflasi bagi Deli Serdang bisa turun dan terkendali serta menjadi pilihan masyarakat.

“Program ini akan berjalan hingga akhir tahun. Sampai keberpihakan para petani kita lebih memilih menjual di pasar-pasar Kabupaten Deli Serdang dibanding pasar yang ada di luar daerah, dan para distributor nakal tersadarkan agar berhenti bermain dengan spekulasi harga melalui penimbunan stok.

Program yang dilakukan Pemkab Deli Serdang akan terus ada hingga Desember. Semoga satu-dua bulan terakhir ini harga dapat terkendali, dengan motto Petani Makmur Masyarakat Sejahtera” pungkas Bupati.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Kesepakatan Besar Warga dan Developer, Jalan Diperbaiki, Lingkungan Ditata
P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena
Deli Serdang Teguhkan Syiar Islam dan Semangat Kebersamaan
Pemko Medan Tegaskan Komitmen Penataan Kota dan Kawasan Pariwisata
Petani Bahagia, Pertanian Maju. Deli Serdang Genjot IP 300 Berbasis Data Tanah
Kasubbag Keuangan Disdikbud Aceh Tenggara Bantah Tuduhan Setoran Dana BOS, LSM PPKMA Tegaskan Informasi Viral Tidak Benar
Kader HMI Ditantang Jadi Pemikir Peradaban
Wabup Deli Serdang Tegas Soal Banjir, Pengembang Wajib Taat Tata Ruang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:21

Pangkormar Hadiri Rapim TNI-Polri 2026, Perkuat Sinergi di Bawah Arahan Presiden

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 10:09

Resmi Menjabat Kasi Datun Bitung, Noldi Sompi Diminta Jaga Marwah Korps Adhyaksa

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Kesepakatan Besar Warga dan Developer, Jalan Diperbaiki, Lingkungan Ditata

Selasa, 10 Feb 2026 - 02:30