Tarif Baru Pelabuhan Ferry Bitung Tuai Protes, Warga Nilai Penetapan Sepihak

- Editor

Selasa, 5 Agustus 2025 - 17:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, Sulut | Tribuneindonesia.com,

PT. ASDP Indonesia Ferry memberlakukan tarif masuk baru sebesar Rp6.000 untuk kendaraan roda dua di Pelabuhan Ferry Bitung. Selasa (05/08/25).

Kebijakan ini menuai protes warga yang menilai penetapannya dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat atau lembaga pengawas.

Pada karcis resmi yang dikeluarkan, tarif motor Golongan II tercantum sebesar Rp6.000. Namun, tidak ada penjelasan rinci mengenai dasar perhitungan atau apakah kebijakan ini telah melalui uji publik serta melibatkan otoritas terkait seperti Ombudsman atau DPRD setempat.

Sejumlah pengendara motor mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi terkait kenaikan tarif.

“Ini seperti diputuskan diam-diam. Kami tidak dilibatkan sama sekali,”

ujar seorang pengguna yang enggan disebutkan namanya.

Kebijakan ini diduga melanggar UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik, khususnya Pasal 9 dan 17, yang mewajibkan keterlibatan masyarakat dan transparansi dalam penetapan tarif.

Diketahui, UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga disebut dilanggar karena masyarakat tidak mendapat akses informasi jelas terkait alasan dan proses penetapan tarif baru tersebut.

Baca Juga:  Warga Antusias Sambut Cek Kesehatan Gratis yang diadakan RSU Mitra Guray

Sementara itu, Aktivis sosial Adrianto menegaskan, persoalannya bukan sekadar nominal, melainkan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

“Pelabuhan jangan jadi alat bisnis yang membebani rakyat,”

tegasnya.

Kebijakan ini juga dipertanyakan kesesuaiannya dengan Perpres No. 16/2018 dan Permenhub No. PM 66/2019, yang mewajibkan konsultasi publik sebelum menaikkan tarif.

Masyarakat mendorong Ombudsman Sulut dan DPRD Bitung untuk mengaudit kebijakan ini. Mereka menuntut klarifikasi apakah prosedur penetapan tarif sudah sesuai aturan.

Tak hanya itu, Warga berharap pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan membuka ruang diskusi dengan media serta lembaga pengawas guna memastikan kebijakan ini tidak merugikan publik.

Jika tidak ada kejelasan, publik mengancam akan memperkuat tekanan melalui jalur hukum dan aksi protes agar tarif ini dikaji ulang secara adil dan transparan. (*-Kiti)

Berita Terkait

​Atasi Warga Undocumented Person, Wali Kota Hengky Honandar Resmi Teken Kerja Sama Lintas Instansi
Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama
​Kasal Pimpin Gerakan “Aku Cinta Laut”, TNI AL Manado Bagikan Sembako untuk Nelayan Megamas
Johan Jalla Desak Depo Pertamina dan Pemda Simeulue Responsif Atasi Kelangkaan BBM
Samsul Pengusaha SPBU Klarifikasi Tentang Pemberitaan Kelangkaan BBM Solar Di Simeulue
Yan Irawansyah Mantan ketua BPC gapensi simeulue dan wakil sekretaris BPD Gapensi Aceh. Minta Pemda dan BUMN Prioritaskan Kontraktor Lokal​
Pilkades Gunung Bakti Bersengketa, Pemerintah Didesak Tegakkan Ketentuan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Pemegang Saham Pengendali pimpin RUPSLB Bank Aceh
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:20

Kodim 0111/Bireuen Laksanakan Upacara Bendera Mingguan

Senin, 7 September 2026 - 22:15

HRD Desak Pemerintah Pusat Pastikan Dana Otsus Aceh Berlanjut dalam APBN 2027

Senin, 7 September 2026 - 22:14

Polsek Makmur Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 18:24

​Atasi Warga Undocumented Person, Wali Kota Hengky Honandar Resmi Teken Kerja Sama Lintas Instansi

Senin, 7 September 2026 - 08:35

TPP ASN Rp104,5 Miliar Tak Kunjung Cair, Ketua DPRK Raja Ampat Desak Pemda Buka-bukaan

Senin, 7 September 2026 - 06:03

Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T. Pimpin Upacara Peringatan Hardikda Aceh ke-67

Senin, 7 September 2026 - 05:16

Bedah Rumah dan Saringan Zakat

Senin, 7 September 2026 - 04:14

SKPA di Aceh Diminta Publikasikan Setiap Kegiatan dan Proyek kepada Publik

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x