Sugiharjo Bebas Banjir Sodetan 1.500 Meter dan Normalisasi Sungai Akhiri Penantian 22 Tahun

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang Kuis I TribuneIndonesia.com – 
Harapan yang tertahan selama lebih dari dua dekade akhirnya mewujud nyata. Warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, kini bisa tersenyum lega setelah dua program besar yang selama ini hanya sebatas wacana, akhirnya terealisasi: pembangunan sodetan baru dan normalisasi Sungai Buncong.

Selama 22 tahun, masyarakat Sugiharjo terus menyuarakan kebutuhan akan sodetan sebagai solusi utama dalam menangani banjir yang kerap melanda wilayah mereka. Setiap musim hujan, pemukiman dan lahan pertanian menjadi langganan genangan. Namun baru setelah musyawarah intensif yang digelar pasca banjir besar beberapa waktu lalu, jalan terang itu terbuka.

Dalam pertemuan yang melibatkan Pemerintah Desa Sugiharjo, unsur Muspika, dan pihak pemilik lahan yakni Poskopad/Poskopkar akhirnya disepakati pembangunan sodetan sepanjang 1.500 meter yang melintasi lahan Poskopkar di perbatasan desa.

“Alhamdulillah, setelah musyawarah di lokasi banjir, pihak Poskopkar menyetujui pembuatan sodetan baru. Ini menjadi pemecah air kiriman dari hulu, sehingga banjir tak lagi melumpuhkan desa kami,” ungkap seorang tokoh masyarakat Sugiharjo.

Sodetan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur pembuangan air, tetapi juga sebagai sistem pengurai atau pemecah aliran besar dari desa-desa di hulu. Kini air mengalir lebih cepat menuju muara, dan wilayah Sugiharjo pun terbebas dari genangan panjang seperti sebelumnya.

Tak berhenti di situ, Pemdes Sugiharjo juga merealisasikan normalisasi Sungai Buncong yang terletak di Dusun IV Jalan Wilhan, berbatasan dengan wilayah Persepsituan. Sungai ini selama lebih dari 15 tahun tak pernah disentuh penanganan karena lebatnya pepohonan keras dan semak belukar yang menutupi badan sungai.

“Normalisasi ini benar-benar berdampak besar. Tanggul diperkuat, air mengalir lancar, dan banjir yang dulu sering datang kini jauh berkurang,” ujar warga setempat.

Pekerjaan normalisasi bahkan diperluas hingga ke perbatasan Desa Setuan, sepanjang sekitar 200 meter,sampai perbatasan daerah Situan,pintu Klep situan Bagan memastikan aliran air benar-benar bebas hambatan.

Baca Juga:  Diduga Beberapa Aset PDKS Berupa Sertifikat Tanah PKS Dan Beberapa Akta Tanah Lainya Raib Tak Tau Rimbah Nya???

Yang lebih menginspirasi, semangat gotong royong warga Sugiharjo tidak mengenal batas administratif. Mereka bersama Muspika dan pihak Skopkar turut serta membersihkan saluran air di wilayah desa tetangga seperti Desa Setuan, Ratu Panjang, hingga Bagan—wilayah yang secara administratif bukan bagian dari Sugiharjo.

Kesadaran bahwa air dari desa-desa di hulu akan bermuara ke Sugiharjo, mendorong warga untuk bertindak cepat dan proaktif. Salah satu titik kritis yang berhasil mereka tangani adalah Pintu Kelepas Gunal di Desa Setuan, tempat tumpukan sampah dan sedimen kerap menyumbat jalur air utama.

“Kami sadar itu bukan wilayah kami. Tapi kalau air tersumbat di sana, desa kami yang kebanjiran. Maka kami bergotong royong juga di sana,” tutur seorang warga saat ditemui.

Hasil dari kerja kolektif itu kini nyata terasa. Jika sebelumnya air banjir bisa menggenang hingga 7 hari, kini cukup 2 hingga 3 hari saja untuk kembali surut. Perubahan yang luar biasa ini disambut syukur oleh masyarakat, terutama para petani yang selama ini paling terdampak.

“Alhamdulillah, air cepat surut sekarang. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” tambah warga lainnya.

Pemerintah Desa Sugiharjo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Poskopad/Poskopkar yang telah memberikan izin pembangunan sodetan di lahannya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Muspika, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang terus menjaga semangat gotong royong.

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi soal komitmen bersama. Bukti bahwa jika masyarakat dan pemerintah saling bergandeng tangan, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan,” kata perwakilan pemerintah desa.

Sugiharjo kini melangkah lebih yakin, bebas dari ancaman banjir yang selama puluhan tahun menghantui. Sebuah babak baru dimulai, berkat kebersamaan, kerja keras, dan kepedulian lintas batas.

Ilham TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Kapolres Raja Ampat: TNI-Polri Bersama Rakyat, Kunci Jaga Kedaulatan NKRI
DPJP Berhalangan, Pelayanan Pasien Dipertanyakan
“Kawal RAPBD-P 2026, DPRK Raja Ampat Pastikan Anggaran Tepat Sasaran”
Gelar Konferensi Pers FPSL 2026, Pemkot Bitung Optimistis Pacu Perputaran Ekonomi dan Kreativitas Lokal
Pesparani I Digelar, 14 Paroki Berebut Tiket ke Sumut
Pemerintah Kota Bitung Perbarui Jajaran Birokrasi, Puluhan Pejabat Resmi Dilantik
Kasatpol PP Raja Ampat Akhirnya Buka Suara, Minta Maaf ke Wartawan dan Pilih Jalan Damai
RSUD Langsa Jadi yang Tertinggi dalam Capaian Pemeriksaan Viral Load se-Aceh
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:12

Kapolres Raja Ampat: TNI-Polri Bersama Rakyat, Kunci Jaga Kedaulatan NKRI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:18

Menjaga Integritas Peradilan: Komisi Yudisial sebagai Pilar Independensi dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:52

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:38

HUT ke-27, Ragam Produk Unggulan 17 Kecamatan Unjuk Gigi di Pameran UMKM Bireuen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:13

“Kawal RAPBD-P 2026, DPRK Raja Ampat Pastikan Anggaran Tepat Sasaran”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:04

Aksi Nyentrik Pejabat Bireuen: Pakai Celemek dan Topi Koki, Adu Kreativitas Masak Nasi Goreng untuk Cegah Stunting

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13

Ditandai Pemukulan Rapa’i, Rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Resmi Dimulai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:00

HUT ke-27 Bireuen Meriah, Bupati Mukhlis Ikut Masak Nasi Goreng Bareng Kepala SKPK

Berita Terbaru

Organisasi

Beras, Lansia, dan Jejak Kepedulian KISS

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:44

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x