
Takengon — Reje (Kepala Desa) Kampung Gegarang, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Muhksin, memberikan penjelasan terkait adanya pemotongan bantuan sebesar Rp1 juta dari dana bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperuntukkan bagi korban bencana hidrometeorologi.
Muhksin mengatakan pemotongan tersebut bukan merupakan kebijakan sepihak pemerintah kampung, melainkan bentuk iuran empati dari masyarakat penerima bantuan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan.
“Benar ada pemotongan sebesar Rp1 juta, tetapi itu tidak kami paksakan. Itu berasal dari warga yang rumahnya mengalami rusak ringan, bukan yang rusak berat maupun sedang, dan hanya bagi yang bersedia,” kata Muhksin di Takengon, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, dana yang terkumpul dari iuran sukarela tersebut mencapai Rp10 juta dan telah disalurkan kepada warga yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari Kemensos.
Ia menjelaskan, sebagian dana digunakan untuk membantu satu warga yang rumahnya dinyatakan mengalami kerusakan berat namun tidak memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Ada satu warga yang rumahnya rusak berat tetapi tidak mendapat bantuan Kemensos. Dari dana yang terkumpul itu kami berikan Rp8 juta agar nilainya mendekati bantuan yang diterima korban dengan kategori kerusakan berat,” ujarnya.
Sementara itu, sisa dana sebesar Rp2 juta disebut telah diserahkan kepada pemerintah kampung setelah masyarakat menyatakan keikhlasan mereka.
Muhksin menegaskan bahwa seluruh proses pengumpulan dana dilakukan atas dasar kesepakatan dan kerelaan masyarakat penerima bantuan.
“Kami hanya memfasilitasi, masyarakat yang sepakat untuk berbagi dengan warga lain yang tidak menerima bantuan,” pungkasnya.

















