Oknum Reje di Aceh Tengah Diduga Potong Bantuan Kemensos Satu Juta Rupiah dari Penerima

- Editor

Senin, 9 Maret 2026 - 17:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemotongan bantuan kementrian sosial oleh kepala desa
Ilustrasi pemotongan bantuan kementrian sosial oleh kepala desa

Takengon – Dugaan pemotongan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah mencuat. Oknum aparatur kampung di Desa Gegarang, Kecamatan Bintang, diduga memotong bantuan sebesar Rp1 juta dari setiap penerima.

Informasi tersebut disampaikan sejumlah warga penerima bantuan kepada TribunIndonesia, Senin (9/3/2026). Mereka mengaku bantuan yang diterima dari Kemensos sebesar Rp8 juta dipotong oleh oknum Reje (kepala desa) melalui aparat kampung.

“Saat menerima bantuan dari Kemensos sebesar Rp8 juta, kami diminta menyerahkan Rp1 juta. Uang itu dipotong oleh reje,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan yang enggan identitasnya di ketahui

Menurut keterangan warga, pada Rabu (4/3/2026) lalu, Kepala Dusun Senang, Idham Halid, mendatangi rumah-rumah warga yang menerima bantuan untuk kategori rumah rusak sedang.

“Pak dusun datang ke rumah kami yang menerima bantuan. Ia meminta agar dari bantuan Rp8 juta dipotong Rp1 juta. Katanya uang itu akan dibagikan kepada saudara Baihaki yang tidak bisa mengambil bantuan karena nomor KK dan KTP-nya tidak sesuai,” jelasnya.

Baca Juga:  *Dialog Kebangsaan Bersama KPA, Mukim, Kepala Desa , Pemuda Dan Tokoh Masyarakat*

Warga mengaku sempat mempertanyakan alasan pemotongan tersebut. Namun, menurut mereka, aparat kampung tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Berdasarkan data yang diketahui warga, jumlah penerima bantuan dari Kemensos di Desa Gegarang mencapai 30 orang. Rinciannya, 15 orang menerima bantuan untuk kategori rumah rusak ringan, 7 orang rusak sedang, dan 8 orang rusak berat.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 25 November 2025 lalu.

Hingga berita ini diturunkan, Muhsin Reje Kampung Gegarang maupun aparat desa terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan bantuan tersebut.

Berita Terkait

DPC PKB Kota Langsa Buka Penjaringan Pengurus DPAC, Targetkan Mesin Politik Hingga Tingkat Kecamatan
Pulihkan Konektivitas Pascabencana, HKI Rampungkan Penanganan Jalur Lembah Anai dan Malalak
Distanpan Simeulue Dorong Kemandirian Pangan, Lahan Telantar Disulap Jadi Kebun Cabai
​Sinergi Polri dan Damkar Bitung Berhasil Jinakkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Ranowulu
​Diduga Jadi Korban Fitnah, Tiga Wartawan Bitung Buka Suara Terkait Isu Pemerasan ASN
PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE GANDENG KEJAKSAAN NEGERI SIMEULUE
Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri
Demo Desa Mengarah ke Perusahaan?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:20

DPC PKB Kota Langsa Buka Penjaringan Pengurus DPAC, Targetkan Mesin Politik Hingga Tingkat Kecamatan

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:29

Distanpan Simeulue Dorong Kemandirian Pangan, Lahan Telantar Disulap Jadi Kebun Cabai

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:14

​Sinergi Polri dan Damkar Bitung Berhasil Jinakkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Ranowulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:37

​Diduga Jadi Korban Fitnah, Tiga Wartawan Bitung Buka Suara Terkait Isu Pemerasan ASN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:03

PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE GANDENG KEJAKSAAN NEGERI SIMEULUE

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00

Demo Desa Mengarah ke Perusahaan?

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:38

Membanggakan! Tiga Putra Terbaik Aceh Singkil Lolos Akademi Militer 2026, Jadi Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rp8 Miliar TPP Beralih ke Penanganan Banjir

Senin, 3 Agu 2026 - 23:24