Proyek Dana Desa di Majau Diduga Sarat Penyimpangan, Kades Diam Seribu Bahasa, BARA API Geram

- Editor

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG | TribuneIndonesia.com

Ramai menjadi perbincangan hangat, proyek pembangunan jalan paving block di Kampung Legon, Desa Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis.

Proyek dengan volume 1,25 meter x 65 meter itu diduga dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan kualitas maupun ketentuan teknis. Warga mengeluhkan hasil pekerjaan yang tidak rapi, bergelombang, dan mulai rusak meski belum lama selesai.

“Kalau dilihat, paving-nya nggak rata, semennya juga tipis. Ini jelas tidak maksimal. Kami heran, anggaran besar tapi hasilnya begini,” ujar salah satu warga Kampung Legon yang enggan disebutkan namanya, Jumat (18/10/2025).

Lebih ironis, proyek yang menggunakan uang negara itu diduga tanpa papan informasi kegiatan, sehingga publik tidak tahu berapa besar anggaran yang digelontorkan dan siapa pelaksananya. Minimnya transparansi ini memicu dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan Dana Desa.

Saat awak media mencoba mengonfirmasi, Kepala Desa Majau, Deden Thamzilatul Ikhrom, bungkam. Dihubungi berkali-kali melalui pesan WhatsApp maupun telepon, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban apa pun.

Baca Juga:  Putri Wartawati 1Kabar.com Bireuen Tembus Olimpiade Nasional O2SN

Menanggapi hal itu, Aktivis Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API), Andi Irawan, angkat bicara keras. Ia menilai diamnya kepala desa merupakan bentuk tidak transparan dan tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan desa.

“Kami dari BARA API mendesak Inspektorat Kabupaten Pandeglang dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengaudit proyek paving block di Desa Majau ini. Jangan biarkan uang rakyat disalahgunakan dengan alasan pembangunan,” tegas Andi Irawan.

“Jika terbukti ada unsur penyimpangan, kami minta proses hukum dijalankan tanpa pandang bulu. Kepala desa harus bertanggung jawab di depan hukum,” tambahnya dengan nada tegas.

Andi juga menegaskan bahwa Dana Desa bukan untuk dijadikan ajang bancakan, tetapi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada rakyat kecil.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak Inspektorat dan penegak hukum, agar dugaan penyimpangan Dana Desa di Desa Majau tidak menjadi preseden buruk bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Pandeglang.”(Tim/red)

Berita Terkait

Diduga Catut Nama Anak Sebagai Anak Didik TK Swasta Telege Cerek di Aceh Tengah Disorot
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:54

Jelang 7 November 2026 Pilkades Serentak Warga Agara Sangat Antusias

Rabu, 4 November 2026 - 06:51

H. Ali Amran Komit Tak Main Uang Di Pilkades Kota Kutacane

Rabu, 4 November 2026 - 05:55

Sabu Diblender dan Ganja Dibakar, Kejari Bireuen Musnahkan Barang Bukti 28 Perkara

Rabu, 4 November 2026 - 04:48

Kapolres Bireuen Ajak Masyarakat Kecamatan Juli Bersatu Berantas Narkotika

Rabu, 4 November 2026 - 03:40

Satlantas Polres Bireuen Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1 Peusangan

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 14:17

Gebrakan Ceulangiek: Kembali Pimpin Yayasan Almuslim, Sukses Hadirkan Fakultas Kedokteran dan Gedung Miliaran Rupiah

Berita Terbaru