​Polres Bitung Usut Tuntas Kasus Pemalakan dan Penganiayaan Siswa SMKN 2, Dua Orang Luka-Luka

- Editor

Senin, 20 April 2026 - 15:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.com – Aksi premanisme yang menyasar institusi pendidikan kembali terjadi di Kota Bitung, Senin (20/04/26).

Kali ini, seorang siswa SMKN 2 Bitung berinisial JK (17) menjadi korban penganiayaan berat setelah mencoba melawan aksi pemalakan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di area sekolah.

​Insiden berdarah tersebut pecah pada Senin (20/4) pagi, tepatnya pukul 10.15 WITA.


Suasana tenang di kantin samping sekolah yang terletak di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, mendadak berubah menjadi mencekam saat tiga orang pria asing datang mengganggu aktivitas para pelajar.


​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat tiga terduga pelaku berinisial (A), (Y), dan (M) tiba di lokasi dengan berboncengan sepeda motor.

Tanpa basa-basi, ketiganya langsung menghampiri sekumpulan siswa yang tengah beristirahat dan menodongkan permintaan sejumlah uang secara paksa.

​Ketegangan meningkat ketika para pelajar enggan menuruti permintaan tersebut.


Salah satu pelaku kemudian mulai melakukan tindakan fisik terhadap rekan korban, yang memicu naluri (JK) untuk melakukan pembelaan. Perkelahian tidak seimbang pun tak terelakkan di area kantin tersebut.


​Dalam kemelut itu, pelaku diduga menggunakan senjata tajam jenis panah wayer untuk menyerang korban. Akibatnya, (JK) mengalami luka serius, sementara salah satu pelaku berinisial (A) juga dilaporkan menderita luka di bagian kepala akibat benturan benda keras saat pertikaian berlangsung.

​Merespons laporan masyarakat, jajaran Kepolisian Resor Bitung melalui Satuan Reskrim yang berkolaborasi dengan Polsek Maesa langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  DPC 212 Rakyat Makmur Sejahtera Kabupaten Tulungagung Prihatin Dengan Adanya Dugaan Pungli

Petugas segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menjaga kondusivitas di lingkungan pendidikan tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, kedua korban baik (JK) maupun terduga pelaku (A) telah dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RS AL) Bitung.

Keduanya saat ini sedang menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan medis dan penjagaan pihak berwajib.

​Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah, S.I.K., M.H, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini.

Ia menjamin bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional demi keadilan bagi korban.

​Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus, S.Sos, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan di wilayah hukumnya.

Ia memastikan pihaknya tengah memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi pemalakan tersebut.

​”Kami mengimbau kepada seluruh pelajar untuk tidak terjebak dalam lingkaran kekerasan dan segera melapor jika melihat potensi gangguan keamanan,”

ujar AKP Tuegeh Darus. Ia juga menekankan bahwa pengawasan dari orang tua dan pihak sekolah menjadi kunci utama pencegahan kenakalan remaja yang menjurus ke tindak pidana.

​Saat ini, penyidik masih terus mendalami keterangan para saksi di lokasi kejadian serta mengamankan barang bukti terkait.

Langkah penyelidikan dan penyidikan intensif terus dipacu guna memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang berlaku. (kiti)

Berita Terkait

Anggaran Militer vs Gaji Guru: Di Mana Sebenarnya Letak Kekuatan Sebuah Bangsa
Babinsa Koramil 08/Gandapura Komsos Bersama Pedagang, Pantau Harga Ayam di Pasaran
Babinsa Posramil Jeumpa Bantu Warga Panen Jagung, Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas
Babinsa Posramil Peulimbang Pantau Harga dan Stok Ikan di Tengah Cuaca Ekstrem.
​Jejak Kebaikan Sang Guru Terukir dalam Buku Biografi, Kadis Kominfo Bitung Sampaikan Rasa Hormat
Arief Martha Rahadyan Dukung Percepatan Revitalisasi Sekolah: Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Indonesia
MCK Dayah Blang Cot Capai 85 Persen, Satgas TMMD ke-129 Kebut Pemasangan Septic Tank
Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Gotong Royong Bantu Petani Turunkan Pupuk
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:24

Anggaran Militer vs Gaji Guru: Di Mana Sebenarnya Letak Kekuatan Sebuah Bangsa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:19

Babinsa Koramil 08/Gandapura Komsos Bersama Pedagang, Pantau Harga Ayam di Pasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:13

Babinsa Posramil Jeumpa Bantu Warga Panen Jagung, Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:11

Babinsa Posramil Peulimbang Pantau Harga dan Stok Ikan di Tengah Cuaca Ekstrem.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:19

Arief Martha Rahadyan Dukung Percepatan Revitalisasi Sekolah: Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Indonesia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:34

MCK Dayah Blang Cot Capai 85 Persen, Satgas TMMD ke-129 Kebut Pemasangan Septic Tank

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:23

Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Gotong Royong Bantu Petani Turunkan Pupuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:39

Guru: Satu-satunya Tonggak Sejati Masa Depan Bangsa

Berita Terbaru