Opini | Ironi Politik PKS di Aceh: Suara Naik, Kursi Turun

- Editor

Sabtu, 19 Juli 2025 - 17:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Dr.H.M.Nasir Djamil anggota DPR RI dapil Aceh 2, layak di perhitungkan untuk memimpin partai PKS di provinsi Aceh (doc/sumber ggl)

Caption : Dr.H.M.Nasir Djamil anggota DPR RI dapil Aceh 2, layak di perhitungkan untuk memimpin partai PKS di provinsi Aceh (doc/sumber ggl)

Oleh: Chaidir Toweren
(Seniman politik lokal)

TribuneIndonesia.com

Pemilihan Umum 2024 menghadirkan realitas politik yang cukup kontras bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Aceh. Di satu sisi, PKS mencatatkan peningkatan signifikan di sejumlah kabupaten/kota, bahkan berhasil merebut kursi pimpinan di DPRK. Namun di sisi lain, jumlah kursi PKS di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) justru mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: Mengapa suara meningkat, tapi kursi berkurang?

Dalam dua periode terakhir, representasi PKS di DPRA terus menurun. Padahal secara umum, militansi kader, loyalitas pemilih, dan kerja-kerja sosial politik partai tetap berjalan aktif. Di banyak daerah, seperti Langsa, Aceh Tengah, dan Semeulue PKS berhasil mendulang suara signifikan dan menunjukkan eksistensinya di level legislatif kabupaten/kota. Bahkan untuk kabupaten Bener Meriah berhasil memecahkan telur kebuntuan dari tidak pernah ada anggota Dewab kini berhasi mendulang 2 kursi dari 3 dapil yang ada.

Namun sayangnya, capaian ini belum mampu terkonversi menjadi kekuatan politik di level provinsi.

Ada beberapa kemungkinan penyebab. Pertama, gagalnya konsolidasi suara di daerah pemilihan besar. Sistem proporsional terbuka membutuhkan strategi distribusi caleg yang solid dan perhitungan suara yang matang. Jika suara tersebar terlalu merata atau bahkan bertabrakan antar caleg internal, maka kursi bisa terlepas meski suara mencukupi secara total.

Kedua, lemahnya daya saing tokoh PKS di level provinsi yang bisa menjangkau pemilih lintas segmen. Kekuatan kader PKS di tingkat lokal sering kali bersifat kultural dan berbasis kerja sosial, namun belum tentu relevan atau cukup kuat saat bertarung di ranah DPRA yang lebih politis dan strategis.

Baca Juga:  Gerindra Aceh Rayakan HUT ke-17, Bagi Ribuan Paket Makan Siang Bergizi Gratis dan Susu

Ketiga, kurangnya kaderisasi kepemimpinan yang progresif dan terbuka, serta pola pencalegan yang masih konvensional, turut memperlemah daya dobrak partai di tingkat provinsi. Dalam beberapa kasus, caleg yang potensial justru kurang diberi ruang, atau dukungan struktural tidak merata.

Atas dasar kondisi tersebut, sudah saatnya PKS Aceh dipimpin oleh sosok baru yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan jaringan luas, terutama dalam membangun kembali kepercayaan pemilih di tingkat provinsi.

Sosok tersebut ada pada Dr. HM Nasir Djamil, anggota DPR RI dari PKS yang telah teruji dalam kancah politik nasional. Sejak Pemilu 2004 sampai pada pemilu 2024, Nasir Djamil berhasil menaklukkan dua daerah pemilihan besar di Aceh secara elektoral, menunjukkan kekuatan figur dan pengaruhnya di tengah masyarakat.

Sebagai tokoh nasional yang tetap membumi dengan akar ke-Aceh-an yang kuat, Nasir Djamil mampu menjembatani kepentingan lokal dan nasional secara strategis. Kepemimpinannya diyakini dapat menyuntikkan energi baru dalam tubuh PKS Aceh — memperkuat basis, menata ulang strategi politik, dan mengonsolidasikan kembali kekuatan partai menuju Pemilukada dan Pemilu mendatang.

Pemilu adalah tentang momentum dan arah. Bagi PKS Aceh, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan transformasi kepemimpinan, demi menyelamatkan kekuatan politiknya di level provinsi. Dengan figur seperti Nasir Djamil, PKS bukan hanya punya peluang bangkit, tapi juga menjadi kekuatan penentu arah masa depan Aceh.

Berita Terkait

Pujaketarub Medan resmi dilantik , semangat persatauan Nusantara menggema
Suharto alias Bagong Kembali Maju, Bursa Ketua PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis Mulai Menghangat
Wabup Lom-Lom Suwondo Rangkul Macan Asia Indonesia, Dorong Sinergi Ketahanan Pangan di Deli Serdang
Bobby Absen di Musda Golkar Sumut
Ketua IWO Bali Apresiasi Putusan MK Jadi ‘Alarm’ Penegak Hukum soal Kriminalisasi Pers
Kesbangpol Verifikasi Sekretariat DPC Macan Asia Indonesia Deli Serdang
DPC Macan Asia Deli Serdang Resmi Daftar ke Kesbangpol
PDI Perjuangan: Banteng yang Tak Pernah Jinak dan Pertaruhan Demokrasi 2029
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:17

Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:13

Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:16

STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:37

Arizal Mahdi Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan di Uning Mas, Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas Perkuat Solidaritas Sosial di Pintu Rime Gayo

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:30

Kesepakatan Besar Warga dan Developer, Jalan Diperbaiki, Lingkungan Ditata

Senin, 9 Februari 2026 - 17:28

Manuver Politik di Tengah Krisis: Analisis Reputasi Ruslan Daud dalam Pemulihan Pascabencana Bireuen

Senin, 9 Februari 2026 - 08:06

Warga Tualang Baro Butuh Pemimpin Transparan demi Percepatan Perubahan Desa

Senin, 9 Februari 2026 - 07:53

P2BMI Desak Usut Dugaan Rangkap Jabatan Kadus Sena

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Pemkab Deli Serdang Perkuat Kepedulian Sosial dan Syiar Keagamaan di Galang

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:17

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x