Mendagri Minta Pemda Hentikan Rekrutmen Honorer Baru, Dinilai Bebani APBD

- Editor

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIMBUNEINDONESIA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tidak lagi melakukan perekrutan tenaga honorer baru. Menurutnya, penambahan tenaga honorer dapat memperbesar beban belanja pegawai daerah yang saat ini sudah banyak melampaui batas ideal.

 

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR pada Senin (8/6/2026), Tito menjelaskan bahwa ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) menetapkan belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari total APBD.

 

Ia menyebutkan, masih banyak daerah yang belum memenuhi ketentuan tersebut. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 21 provinsi dan 367 kabupaten yang porsi belanja pegawainya telah melewati ambang batas. Selain itu, sebanyak 91 dari 93 kota juga mengalami kondisi serupa.

 

Baca Juga:  Demi keindahan Pemkab Pijay Tebang pohon di Area Halaman Kantor Bupati.

“Pilihan yang tersedia adalah mengurangi atau menahan penambahan pegawai. Karena itu, tidak boleh lagi ada perekrutan baru, terutama tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium dan kepala daerah harus tegas menjalankan aturan ini,” ujar Tito.

 

Mendagri juga menyoroti banyaknya tenaga honorer yang direkrut untuk posisi administrasi yang dinilai tidak selalu dibarengi dengan kompetensi yang memadai. Ia menilai praktik perekrutan tersebut dalam sejumlah kasus turut dipengaruhi kepentingan tertentu.

 

Menurut Tito, penumpukan tenaga honorer pada akhirnya akan memunculkan tuntutan agar mereka memperoleh kepastian status sebagai aparatur sipil negara, baik melalui skema PPPK maupun PNS.

 

Pemerintah berharap langkah penghentian rekrutmen honorer baru dapat membantu menjaga kesehatan fiskal daerah sekaligus mengendalikan besarnya beban belanja pegawai pada masa mendatang. ***

Berita Terkait

Pimpin Jam Komandan, Kolonel Marvill Marfel Dorong Kesiapan Operasional Satrol Kodaeral VIII
Mendagri Tegaskan Pemda Dilarang Rekrut Honorer Baru, Belanja Pegawai Banyak Daerah Sudah Lampaui Batas
Putusan Mahkamah Agung Tak Kunjung Dieksekusi, Ada Apa di Pemkab Aceh Tenggara?
Sumut Krisis Listrik Lagi, Pantaskah Darmawan Prasodjo Dipertahankan Jadi Dirut PLN Pada RUPS 15 Juni Nanti?
Jasa Raharja Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Lintas Sektoral dalam Mendukung Operasi Patuh Jaya 2026
Jasa Raharja DKI Jakarta Bersama Stakeholder Hadirkan Layanan Samsat Keliling di HBKB Bundaran HI
​Sukses Jaga Stabilitas Wilayah, Dankodaeral VIII Beri Penghargaan Tertinggi untuk Danrem 131/STG
Oknum Kepsek SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:32

Pengamanan, KM AWU Bertolak dari Pelabuhan Benoa Menuju Surabaya dengan Aman dan Lancar

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:04

Kodam IX/Udayana Gelar Melaspas Wantilan Pura Agung Udayana Dipimpin Langsung Pangdam

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:52

Dandim 0201/Medan Perkuat Soliditas di Sunggal

Senin, 8 Juni 2026 - 01:46

Kodim 1619/Tabanan Gelar Apel Kesiapan Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden RI di SRMP 17 Tabanan

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:55

Makin Dekat Kenakan Bintang Perwira, 11 Calon Taruna-Taruni Akpol Aceh Raih Hasil Gemilang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:13

Polda Aceh Ajak Masyarakat Ramaikan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026, Hadiah dan Doorprize Ratusan Juta Menanti

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:10

Kapolresta Denpasar Rangkul Pecalang dan Komunitas Ojol, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Kota

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:17

Mantan Sespri/Aspri Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu,: Beliau Bapak Bagi Kami

Berita Terbaru