Pidie Jaya|Tribuneindonesia.com
Polres Pidie Jaya memperkuat upaya stabilisasi harga beras dan mendukung petani lokal melalui sinergi aktif bersama Perum Bulog Regional Aceh dalam pelaksanaan Gerakan Stabilisasi Pasar di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada Sabtu,16/8/25
Kegiatan ini secara simbolis sekaligus menandai kebijakan baru dalam serapan jagung masyarakat Aceh di tahun ini .
Untuk pertama kalinya, Bulog Aceh resmi menyerap jagung dari petani, dengan target penyerapan mencapai 5.000 ton di seluruh wilayah Aceh. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 ton dialokasikan untuk Kabupaten Pidie Jaya .
Jagung dengan kadar air 18–20% dibeli seharga Rp 5.500/kg, sedangkan jagung kering dan sudah dikemas mencapai Rp 6.400/kg .
Hal ini diharapkan mendorong semangat petani untuk terus menanam jagung sebagai alternatif nilai tambah agrikultur lokal.
Bulog mempertegas perannya dalam percepatan distribusi beras ke pasar-pasar dan toko-toko, agar harga jual di tingkat konsumen dapat lebih terkendali. Menurut Ihsan, pimpinan Bulog Regional Aceh, kolaborasi dengan Polres sangat membantu mengatasi keterbatasan sumber daya Bulog .
Harga gabah di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren penurunan, dari sekitar Rp 8.000/kg menjadi Rp 7.500–Rp 7.300/kg. Penurunan ini diharapkan segera diikuti oleh penurunan harga beras di pasaran rakyat .
Dalam giat ini hadir Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Atmaja (selaku Kasatgas Pangan), serta perwakilan dari Bulog Cabang Sigli, Ahmad Fadly. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Polri, Bulog, dan pemangku kepentingan di daerah untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.
Sinergi ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui serapan yang lebih adil dan harga yang lebih menguntungkan. Harga jagung yang kompetitif dan distribusi beras yang lebih merata diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pidie Jaya.