Deli Serdang I TribuneIndonesia.com–Setiap negara memiliki aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemimpin pemerintahan. Aturan itu berlaku berjenjang, mulai dari tingkat negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga ke desa. Semua dibuat dengan tujuan menciptakan ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit kebijakan dan aturan yang justru melenceng dari harapan. Yang lebih memprihatinkan, demi mencapai tujuan tertentu, selalu ada pihak yang harus dikorbankan. Aturan dibuat atas nama kepentingan bersama, tetapi pelaksanaannya sering kali mengorbankan rakyat kecil demi terwujudnya keinginan para pemimpin.
Korban yang paling sering terdampak adalah rakyat jelata. Mereka yang lemah, tak memiliki kuasa, dan tidak mampu melawan. Mereka dipaksa menerima keadaan, pasrah dalam diam. Padahal di dalam hati, tersimpan rasa kesal, kecewa, bahkan marah yang tak pernah tersuarakan. Inilah potret nyata kondisi sosial hari ini.
Beberapa bulan terakhir, suasana memilukan tampak jelas di Kabupaten Deli Serdang. Kita menyaksikan berbagai penertiban dan perapihan di sejumlah kecamatan, dengan alasan menjaga keindahan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Titik-titik yang dianggap mengganggu pandangan mata dibersihkan. Sayangnya, yang paling banyak menjadi korban dari kebijakan ini adalah para pedagang kaki lima.
Tahukah kita? Dalam proses ini, banyak masyarakat kehilangan sumber penghasilan. Dagangan mereka digusur, lapak mereka ditertibkan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Biaya sekolah anak, cicilan rumah, kebutuhan dapur, dan berbagai kewajiban lainnya tetap menunggu untuk dipenuhi. Ketika penghasilan terhenti, di situlah luka sosial mulai terasa.
Dalam kondisi seperti ini, seharusnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bisa bersikap lebih bijak. Penertiban bukan sekadar soal eksekusi di lapangan, tetapi juga tentang solusi dan keberlanjutan hidup masyarakat. Sebelum mengambil tindakan, seharusnya sudah ada jalan keluar dan alternatif yang jelas bagi mereka yang terdampak.
Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan, memiliki banyak kebijakan, aturan, dan program yang secara konsep terlihat baik dan progresif. Namun, setiap program yang dijalankan perlu disertai kepekaan sosial. Lihatlah kondisi masyarakat di sekeliling. Dengarkan suara mereka yang terdampak langsung.
Masyarakat tidak selalu menuntut kemewahan. Mereka hanya membutuhkan perhatian, keadilan, dan secercah harapan agar luka yang mereka rasakan dapat terobati. Sebab kebijakan yang baik bukan hanya dinilai dari kerapian kota, tetapi dari sejauh mana rakyat kecil tetap bisa hidup dengan martabat.
Ilham Gondrong















