Bitung | Tribuneindonesia com –Misteri kematian seorang balita di sebuah rumah indekos di Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, kini tengah menjadi fokus utama jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bitung, Selasa (24/03/26).
Pihak kepolisian berkomitmen menjalankan prosedur penyelidikan secara mendalam guna mengungkap tabir di balik tragedi tersebut.
Langkah persuasif dan profesional diambil oleh aparat untuk memastikan tidak ada detail yang terlewatkan.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, menegaskan bahwa serangkaian pengumpulan alat bukti masih terus digenjot di lapangan guna menyusun kronologi kejadian yang utuh.
”Kami terus bergerak untuk memperjelas rangkaian peristiwa ini. Saat ini, tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang masuk,”
ungkap AKP Ahmad saat memberikan keterangan resmi di Mapolres Bitung pada Senin (23/3) siang.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi kunci untuk memperkuat basis data penyelidikan.
Keterangan dari para tetangga penghuni indekos menjadi salah satu rujukan penting bagi penyidik dalam memetakan situasi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Selain keterangan saksi, kunci utama pengungkapan kasus ini kini berada di tangan tim medis forensik.
Kepolisian menyatakan masih menunggu hasil autopsi resmi untuk mendapatkan validasi ilmiah mengenai penyebab pasti kematian balita malang tersebut.
AKP Ahmad menekankan bahwa hasil autopsi merupakan elemen krusial dalam menentukan arah hukum selanjutnya.
Menurutnya, kesimpulan penyidik harus berpijak pada fakta medis yang akurat agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan transparan kepada publik.
Di sisi lain, informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian mengungkap fakta baru mengenai latar belakang keluarga korban.
Diketahui, orang tua dan balita tersebut merupakan penghuni baru yang baru saja menempati kamar indekos tersebut sejak 19 Maret 2026 lalu.
Namun, ketenangan di lingkungan indekos sempat terusik sehari sebelum kejadian memilukan itu terungkap. Beberapa tetangga mengaku sempat mendengar suara keributan atau cekcok yang cukup keras, yang kemudian diikuti dengan suara tangisan balita pada Minggu (22/3) siang.
Menutup keterangannya, AKP Ahmad mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi liar yang beredar di media sosial.
Ia meminta publik memberikan ruang bagi pihak kepolisian untuk bekerja hingga hasil penyelidikan komprehensif ini selesai dirampungkan. (Kiti)























