Deli Serdang | TribuneIndonesia.com
Kondisi jalan menuju Desa Denai Kuala, Dusun IV, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, semakin memprihatinkan. Pantauan di lapangan pada Rabu (27/8/2025) memperlihatkan kerusakan jalan yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun hingga kini tak kunjung tersentuh perbaikan serius dari pemerintah.
Saat musim hujan, lubang-lubang besar di sepanjang badan jalan berubah menjadi kubangan besar, bahkan menyerupai danau kecil. Pemandangan ini bukan hanya memalukan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pengendara. Di siang hari jalan berlubang membuat kendaraan sulit melintas, sementara di malam hari risiko kecelakaan meningkat tajam karena minim penerangan.
“Kalau tidak hati-hati, bisa terperosok masuk ke dalam lobang, apalagi saat hujan deras. Kami para petani jadi was-was setiap melintas,” ungkap seorang warga penuh kecewa.
Kerusakan jalan tersebut telah menjadi ironi yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Puluhan tahun warga menunggu janji pembangunan, namun kenyataan yang mereka hadapi hanyalah jalan berlubang, lumpur, dan debu. Padahal, ruas jalan ini merupakan jalur vital penghubung antar-desa dan menjadi akses utama bagi petani membawa hasil panen mereka ke pasar. Akibat kondisi jalan yang rusak parah, biaya transportasi meningkat, hasil pertanian terhambat, dan ekonomi warga semakin tercekik.
“Kami bukan minta jalan tol, kami hanya minta jalan desa ini layak dilalui. Masa sudah puluhan tahun tidak juga diperbaiki,” sindir warga lainnya dengan nada geram.
Masyarakat Denai Kuala pun berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, khususnya Bupati dr. H. Asri Ludin Tambunan, segera turun tangan. Mereka menuntut agar dinas terkait tidak lagi menutup mata terhadap penderitaan warga yang setiap hari dipaksa melewati jalan rusak bak kubangan kerbau.
“Jalan ini bukan hanya dilintasi warga desa kami, tapi juga masyarakat dari desa lain. Kami mohon supaya segera dibenahi,” tegas warga penuh harap.
Kondisi jalan yang dibiarkan rusak puluhan tahun tanpa solusi nyata mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat. Bila dibiarkan berlarut, warga menilai hal ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat atas infrastruktur yang layak.
Ilham Gondrong