Bitung | Tribuneindonesia.com – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., secara resmi menandai era baru Monumen Pahlawan Samudra Taman Angkatan Laut Trikora Bitung pada Jumat (24/7/26).
Peresmian ini menegaskan komitmen bersama dalam merawat situs sejarah penting di wilayah Sulawesi Utara.
Transformasi total monumen berusia kurang lebih 62 tahun tersebut mengubah kawasan bersejarah di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso Nomor 26, Bitung Timur, menjadi ruang publik modern yang syarat akan nilai edukasi. Langkah ini membawa angin segar bagi penataan estetika Kota Bitung.
Kodaeral VIII merancang proyek pembaruan kawasan ini sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-1 Kodaeral VIII. Inisiatif strategis tersebut sekaligus mengukuhkan kembali julukan Bitung sebagai “Kota Angkatan Laut”.
Pemilihan Tugu Trikora sebagai fokus revitalisasi bertumpu pada rekam jejak sejarah yang kuat. Puluhan tahun silam, Kota Bitung memegang peran sangat vital sebagai pangkalan aju dalam Operasi Trikora untuk merebut kembali Irian Barat ke pangkuan NKRI.
Pemerintah Kota dan warga Bitung menyambut penuh antusias perubahan wajah kawasan sejarah ini. Pemkot menilai perbaikan fisik monumen berhasil membangkitkan kembali fungsi taman sebagai area interaksi publik yang tertata, bersih, dan memikat.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E, mengutus Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Ricy Y.R. Tinangon, S.STP., untuk menghadiri prosesi peresmian secara langsung.
Kehadiran Ricy menegaskan apresiasi penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif TNI AL.
Pada awal sambutannya, Ricy menyampaikan permohonan maaf Wali Kota Bitung yang terpaksa berhalangan hadir di lokasi. Tugas dinas mendadak yang bersifat mendesak membuat Wali Kota mengamanatkan penyampaian pesan resmi kepada Staf Ahli.
“Sebelumnya saya mohon izin untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Pak Wali Kota tidak bisa hadir karena tiba-tiba ada kegiatan yang mendesak. Melalui proses penataan dan pembenahan tahun ini, Taman Tugu Aru dapat kembali ditata dengan lebih baik sehingga tampil lebih indah, tertata, dan layak menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat Kota Bitung,”
tutur Ricy.
Ricy menjelaskan pembenahan situs sejarah ini tidak semata-mata menyasar perbaikan fisik sarana dan prasarana. Pemkot Bitung memandang proyek ini sebagai upaya melestarikan warisan maritim dan mempererat sinergi antara kota dengan jajaran pertahanan negara.
“Penataan kembali taman ini bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik, melainkan merawat ruang yang memiliki nilai sejarah dan memperkuat identitas Bitung sebagai kota kemaritiman. Sebuah taman yang indah akan tetap indah apabila dirawat bersama, karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan fasilitas yang ada,”
tambahnya.
Selama pengerjaan, prajurit TNI AL bahu-membahu merestorasi ornamen militer serta mempercantik relief perjuangan Trikora.
Tim teknis juga membenahi saluran drainase, menata vegetasi taman, dan memasang tata cahaya estetis untuk keindahan malam hari.
Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D.,S.E.,M.Tr.Hanla.,CHRMP. turut menekankan pentingnya pemeliharaan monumen sejarah ini di sela-sela acara peresmian.
Pihaknya mengapresiasi tinggi dedikasi para prajurit dan dukungan seluruh pihak yang terlibat.
”Revitalisasi ini merupakan bentuk penghormatan kami terhadap nilai-nilai sejarah perjuangan kebaharian, sekaligus komitmen untuk menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat,”
tegas Dansatrol Kodaeral VIII.
Rangkaian pembenahan yang berlangsung singkat selama 12 hari ini sukses terlaksana berkat kolaborasi erat antara TNI AL, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bitung, serta mitra kerja.
Acara peresmian ditutup dengan perjumpaan hangat jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan insan pers. (kiti)


















