Manado | Tribuneindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara menyusul gempa tektonik berkekuatan M=7,6 yang terjadi pada dini hari tadi, Kamis (02/04/26).
Episenter gempa terdeteksi berada di laut, tepatnya 129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman yang memicu kekhawatiran serius akan kenaikan permukaan air laut.
Masyarakat di sepanjang pesisir pun diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sesuai protokol keselamatan yang berlaku.
Dampak destruktif guncangan hebat tersebut terekam jelas dalam sejumlah unggahan video amatir yang viral di media sosial, memperlihatkan kerusakan masif di pusat Kota Manado.
Salah satu titik terdampak paling parah adalah Gedung Olahraga (GOR) Sario, di mana sebagian besar dinding bangunan dilaporkan runtuh.
Debu reruntuhan tampak menyelimuti area sekitar dalam rekaman tersebut, menggambarkan betapa dahsyatnya energi seismik yang menghantam fasilitas publik kebanggaan warga Sulawesi Utara itu.
Hingga berita ini diturunkan, suasana mencekam masih menyelimuti wilayah terdampak mengingat kekuatan gempa yang tergolong fatal bagi struktur bangunan.
Pihak berwenang tengah melakukan penyisiran untuk memastikan ada tidaknya korban jiwa di lokasi runtuhnya GOR Sario maupun pemukiman warga lainnya.
Sementara itu, BMKG terus memantau fluktuasi muka air laut di pos pengamatan terdekat untuk memperbarui status peringatan tsunami bagi warga di wilayah Sulut dan Malut. (talia)



















