Bitung | Tribuneindonesia.com – Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bitung, Aipda Yunita Papendang, S.H., turun langsung membekali ratusan siswa SMKN 2 Kota Bitung dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi, Rabu (14/10/26).
Kegiatan edukatif yang digelar di aula SMKN 2 Kota Bitung tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan Tim LDMT (Clov, Dad, Mom, and Teacher).
Dalam aksi pencegahan perundungan tersebut, Kanit PPA Polres Bitung Yunita Papendang hadir memandu materi dan simulasi bersama tim pemateri lainnya.
Acara ini juga menghadirkan Koordinator Umum (National) Tim LDMT, Yofri George, pemateri asal Jakarta yang memberikan paparan motivasi serta simulasi kepada para siswa.
Yofri George hadir mengedukasi peserta bersama rekannya, Sabrin Sumakud, yang juga merupakan pemateri yang didatangkan langsung dari Jakarta.
Di panggung utama, Kanit PPA Yunita Papendang berkolaborasi memandu simulasi lanjutan bersama pemateri lokal yakni Deysi Theo dan Toni Setlight.
Selain edukasi untuk siswa, kegiatan ini menyajikan sesi pengasuhan orang tua yang dibawakan oleh Murni Lingga asal Kota Bitung.
Materi pengasuhan tersebut diperkuat oleh kehadiran Intan Ngurawan dan Daisy Mongisidi dari Manado, serta Maya Rantung dari Tondano.
Saat memaparkan materi di hadapan ratusan murid, Kanit PPA Satreskrim Polres Bitung Yunita Papendang menegaskan pentingnya setiap siswa menanamkan rasa percaya diri dan menyadari bahwa nilai diri mereka sangat berharga.
Ia mengingatkan para pelajar SMKN 2 Bitung untuk menyadari tanggung jawab moral dalam menjaga sikap, perilaku, serta kehormatan diri sebagai generasi muda.
Menurut Yunita, perilaku yang menyimpang, kebiasaan buruk, dan tindakan tidak bertanggung jawab—termasuk bullying—hanya akan merusak martabat diri sendiri.
Ia juga mengajak para siswa untuk senantiasa menghormati pengorbanan orang tua yang telah bekerja keras demi membiayai pendidikan anak-anak mereka.
”Fasilitas dan kemudahan yang diberikan orang tua saat ini harus disyukuri dengan belajar sungguh-sungguh, bukan dijadikan alasan untuk bersikap sombong, ikut balapan liar, atau mencari pengakuan keliru,”
tegasnya.
Sementara itu, Yofri George turut membagikan pengalaman pribadinya saat bangkit dari keterpurukan berkat kesadaran akan nilai diri, seraya mengajak siswa menuliskan cita-cita di atas kertas.
Suasana aula SMKN 2 Bitung mendadak haru dan hening tatkala pesan-pesan mendalam tentang tanggung jawab, cinta diri, serta penghormatan kepada orang tua dan guru disampaikan.
Isak tangis haru mewarnai aula saat perwakilan siswa maju membacakan tulisan hati untuk orang tua dan guru sebelum sesi foto bersama digelar.
Kepala SMKN 2 Bitung, Meryati Taengetan, S.Pd., MAP., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kanit PPA Yunita Papendang beserta seluruh jajaran pemateri atas edukasi nilai budi luhur dan pencegahan bullying bagi peserta didiknya. (kiti)














