ACEH TAMIANG | Tribuneindonesia.com – Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mulai diselimuti asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi, Rabu (14/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan suasana di sejumlah kawasan tampak lebih gelap dan memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kualitas udara.
Berdasarkan pantauan di lapangan, asap mulai terlihat sejak pagi hari. Hujan yang turun selama beberapa jam sempat membuat kondisi udara terlihat lebih bersih. Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, asap kembali menebal dan menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas warga, termasuk pengguna jalan yang berpotensi menghadapi gangguan jarak pandang.
Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (TAMPERAK) sekaligus Sekretaris Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI), Purnawirawan TNI Zulsyafri, turut menyoroti kondisi tersebut.
Ia menilai kondisi kabut asap perlu mendapat perhatian serius, terutama apabila terus berlanjut dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan data yang ditampilkan platform visualisasi cuaca Windy.com, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di kawasan pesisir timur Aceh, termasuk sekitar pesisir Aceh Tamiang, tercatat mencapai angka 117.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.
Peta kualitas udara pada platform tersebut juga memperlihatkan sebaran warna oranye hingga merah marun di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebaran tersebut mengindikasikan adanya potensi penurunan kualitas udara di kawasan pesisir timur Sumatera.
Sementara itu, tampilan data kebakaran dan emisi pada sistem Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) yang diakses melalui Windy.com memperlihatkan konsentrasi titik panas di sejumlah kawasan sekitar Sumatera Selatan, termasuk wilayah Palembang.
Asap dari kebakaran hutan dan lahan berpotensi terbawa angin dan menyebar ke wilayah lain. Namun, asal asap yang menyelimuti Aceh Tamiang serta arah pergerakannya masih memerlukan konfirmasi dari instansi meteorologi terkait.
Untuk memastikan kondisi kualitas udara dan arah angin terkini, konfirmasi telah diupayakan kepada pihak BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perkembangan kondisi udara. Apabila asap semakin pekat, warga, khususnya kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar.
Pengendara juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang terganggu oleh asap.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara serta menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat guna mengantisipasi dampak kabut asap di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.
(*)













