​Dipimpin Kapolsek, Tim Resmob Aertembaga Ringkus 3 Spesialis Maling Mesin Perahu

- Editor

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.comAparat kepolisian bergerak cepat merespons keresahan para nelayan di kawasan Pelabuhan Perikani Bitung, Kelurahan Aertembaga Satu, Kecamatan Aertembaga, Minggu (21/06/26).

Langkah taktis ini diambil setelah maraknya laporan mengenai hilangnya mesin perahu yang menjadi modal utama warga pesisir mencari nafkah.

​Tindakan responsif tersebut berbuah hasil menyusul penangkapan tiga orang pria yang diduga kuat sebagai komplotan spesialis pencurian mesin tempel. Operasi penangkapan ini dipimpin langsung Kapolsek Aertembaga, AKP Denny Tampenawas, S.Sos., S.H., bersama jajaran Tim Resmob.

​Pengungkapan jaringan ini bermula dari adanya laporan resmi yang dilayangkan oleh seorang warga bernama Aminudin ke markas kepolisian setempat. Korban melaporkan kehilangan satu unit mesin tempel merek Yamaha berkekuatan 15 PK yang raib dari lokasi penambatan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa dini hari, (9/06) sekitar pukul 02.30 Wita. Memanfaatkan situasi malam yang sepi di kawasan Pelabuhan Perikani Bitung, para pelaku melancarkan aksinya dengan senyap.

​Penyelidikan intensif yang dilakukan korps penegak hukum akhirnya berhasil mengidentifikasi identitas para terduga pelaku. Tiga orang yang diringkus petugas tersebut masing-masing diketahui memiliki inisial (J.G.D.B) (P.R) dan (R.S)

​Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini berbagi peran secara rapi demi menghindari kecurigaan warga sekitar pelabuhan.

Salah satu terduga pelaku bertugas mengondisikan situasi dengan membawa perahu milik korban dari tempat tambatan semula menuju ke kawasan Pantai Lipi, Tandurusa.

​Setelah perahu berhasil digeser ke lokasi yang dianggap aman, dua terduga pelaku lainnya bertindak sebagai eksekutor. Mereka bertugas mencopot mesin tempel yang terpasang pada perahu, kemudian membawanya kabur untuk segera dijual.

Baca Juga:  Banjir Lumpuhkan SMKN 1 Peusangan, Kerugian Ditaksir Puluhan Miliar Lebih

​Barang hasil kejahatan tersebut kemudian dilempar ke pasaran melalui seorang perantara. Polisi mengendus bahwa mesin perahu milik nelayan Bitung itu akhirnya berpindah tangan kepada seorang pembeli yang berdomisili di wilayah Tombariri.

​Kapolsek Aertembaga, AKP Denny Tampenawas, menegaskan bahwa keberhasilan memutus rantai pencurian ini merupakan buah dari sinergi yang baik antara kepolisian dan warga. Informasi awal dari masyarakat menjadi kunci pembuka tabir kasus tersebut.​

“Menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah akibat maraknya kehilangan mesin tempel di kawasan pelabuhan dan sekitarnya, kami segera melakukan pengumpulan bahan keterangan, penyelidikan, serta pendalaman terhadap setiap informasi yang masuk,”

kata AKP Denny.

​Ia menambahkan, kerja maksimal personel di lapangan yang didukung informasi valid dari warga membuat proses identifikasi bergerak dinamis hingga berujung pada penangkapan.

Selain membekuk para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin tempel Yamaha 15 PK dan satu unit mesin tempel Hidea 15 PK.

​Saat ini, ketiga terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Polsek Aertembaga demi kepentingan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Pihak penyidik kini tengah melakukan pengembangan secara mendalam guna mengungkap kemungkinan adanya Tempat Kejadian Perkara (TKP) lain yang pernah disasar oleh komplotan ini. (kiti)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Timur Tinjau Langsung Pendampingan Pendaftaran Parlinsos di Polsek Nurussalam
Proyek Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta di Aceh Tenggara Diduga “Akal-Akalan”, Serobot Lahan Warga & Mutu Fisik Ambrol!
Kasek,Bendahara dan SLTA Bireuen Ikuti Sosialisasi IBC Bank Aceh Syariah
Tos-tosan Menegangkan! Putra Lancang Kembang Tonjong Bungkam UFC Gajah Ayee, NSS Grong-Grong Beri Dukungan
Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Maritim Nasional 2026, Bersatu untuk Laut, Berdaulat untuk Indonesia Maju
Camat Peusangan Selatan Lantik Ramadhan dan Hasbi sebagai Keuchik
Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan
Pusziad Pamerkan Jembatan Hingga Pembangkit Listrik Portabel di TNI Fair HUT ke-79 TNI
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:41

Belum Punya Sertifikat UKW, Bukan Berti Tak Boleh Meliput! Dewan Pers Luruskan Polemik Wartawan

Rabu, 23 September 2026 - 15:30

Reses di Bintang Meriah, Dewi Fitriana Paparkan Pemberdayaan Masyarakat dan Evaluasi MBG

Rabu, 23 September 2026 - 12:29

Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi, Polsek KPS Bitung ‘Ngopi Bareng’ Insan Pers

Rabu, 23 September 2026 - 07:49

Infrastruktur Lemah dan Kemiskinan Ganjal Ekonomi Biru di Simeulue, Denfinal Dorong Reorientasi Kebijakan

Rabu, 23 September 2026 - 07:35

Donni Dituduh Mencuri, Diseret dan Diusir, GRPK Soroti Aksi Main Hakim di Tanah Karo

Selasa, 22 September 2026 - 12:55

BNN Kota Denpasar Hadiri Perpanjangan MoU BNN RI dan Australian Federal Police

Selasa, 22 September 2026 - 12:05

PKB Langsa Bangkit, Struktur DPAC Diperkuat, Target Kursi DPRK Mulai Dibidik

Selasa, 22 September 2026 - 11:06

Miras Ilegal Diduga Marak di Waisai, Penertiban Dipertanyakan

Berita Terbaru