Deru Knalpot Bengkel di Paya Ilang: Warga Gelisah, Aparat Seakan Tutup Mata

- Editor

Jumat, 5 September 2025 - 10:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon | TRIBUNEIndonesia.com

Di tengah riuh lalu lintas dan hiruk-pikuk Terminal Angkutan Umum Paya Ilang, keresahan warga kian menggunung. Sejumlah bengkel motor yang bertebaran di kawasan tersebut diduga menjadi sumber kebisingan yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Pantauan lapangan memperlihatkan situasi berulang setiap harinya: suara gas motor yang baru selesai diservis meraung-raung, memantul di dinding rumah warga. Tak jarang, jalan umum di sekitar bengkel dijadikan lintasan uji coba, di mana mekanik menekan gas hingga suara knalpot memekakkan telinga pengguna jalan lain.

“Setiap kali mereka uji motor, kami yang tinggal persis di samping bengkel harus menutup jendela meski cuaca panas,” keluh seorang warga. “Kami pernah minta supaya jangan terlalu kencang, tapi jawaban bengkel hanya ‘sama-sama cari makan.’”

Keluhan serupa datang dari banyak warga sekitar. Mereka mengaku muak dengan raungan mesin yang kerap berlangsung hingga larut malam. Anak-anak sulit tidur, orang tua menjadi cepat marah, dan rasa tenang semakin sulit didapat.

Ironisnya, kebisingan ini terjadi hanya sepelemparan batu dari Terminal Paya Ilang, lokasi di mana aparat lalu lintas maupun perhubungan sering terlihat beraktivitas. Namun, hingga kini hampir tak ada langkah nyata untuk menertibkan bengkel-bengkel tersebut.

“Kami heran, kenapa petugas yang tiap hari ada di terminal seperti tak mendengar deru mesin itu? Seolah tutup telinga,” ujar seorang sopir angkutan. “Padahal, aturan soal kebisingan jelas ada. Kenapa dibiarkan?”

Baca Juga:  ​Turun ke Lapangan, AKP Feriantina Pastikan Keamanan Wilayah Matuari Tetap Kondusif

Menurut pakar kesehatan lingkungan, paparan kebisingan berkepanjangan bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa menimbulkan stres, gangguan tidur, hingga meningkatkan tekanan darah. Di kawasan padat seperti Paya Ilang, risiko ini makin besar karena rumah warga berhimpitan dengan lokasi bengkel.

Pemerhati tata kota menilai lemahnya pengawasan menjadi cermin kurang tegasnya regulasi di tingkat lokal. Izin usaha seharusnya mengatur jam operasional dan ambang batas kebisingan, namun pengawasan lapangan hampir tak berjalan. Akibatnya, warga menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Bukan berarti kami menolak usaha bengkel,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat. “Kami hanya minta aturan ditegakkan. Kalau mau uji motor, jangan di jalan umum. Jangan sampai rumah tetangga bergetar karena gas motor di dalam bengkel. Hargai hak kami untuk hidup tenang.”

Warga kini mendesak Pemerintah Daerah dan dinas terkait untuk meninjau ulang izin bengkel yang dinilai abai terhadap kenyamanan lingkungan. Pembatasan jam kerja, larangan uji coba kendaraan di jalan umum, serta aturan ambang batas kebisingan dianggap mendesak dilakukan sebelum keresahan berubah menjadi konflik terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan maupun pemerintah kecamatan. Warga Paya Ilang hanya berharap keluhan mereka tidak kembali tenggelam di antara deru knalpot bengkel yang terus meraung.

(Dian Aksara)

Berita Terkait

Paket Lebaran Untuk Para Dampak Banjir Agara
Terlindas Tronton ! Dua nyawa hancur di jembatan Juani
​Misi Kemanusiaan Satrol Kodaeral VIII Bitung di Laut Maluku Tuai Pujian Luas
​Satrol Kodaeral VIII Kerahkan KAL Tedong Naga, 14 Awak KM Anaiah Berhasil Dievakuasi
​Tim Resmob Polres Bitung Ringkus Pelaku Penganiayaan Sajam di Pateten Satu
Penanganan Bencana Sudah Sesuai Tahapan, Silakan Diuji Melalui Class Action
​Lengah Akibat Mengantuk, Pengemudi Minibus Alami Kecelakaan di Jalan Ir. Soekarno Minut
Kapolda Bali Pimpin Sertijab Karo SDM dan Dirintelkam Polda Bali
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:34

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Sukawangi Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi, Kuasa Hukum Desak Penangkapan Pelaku

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:04

Ketua FPI Langsa Desak Pemko Bentuk Tim Investigasi Penyebab Banjir Bandang

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:19

Warga Aras Kabu Geruduk Kejari, Desak Usut Dugaan Korupsi Dana Desa

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:58

LAKI Desak Wali Kota Langsa Gugat Perusahaan Pemicu Bencana, Kerugian Warga Ditaksir Triliunan Rupiah

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:14

16 Mayam Emas Nenek Dirampok, Pelaku Sempat Dikira Tewas

Senin, 23 Maret 2026 - 10:39

Klarifikasi PT Fajar Baizuri Soal Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah

Senin, 23 Maret 2026 - 01:36

Jatuh di Keramaian, Pergi dalam Kesunyian

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:07

Dugaan Pungli JADUP di Siperkas Kian Menguat: Puluhan Juta Rupiah Dipertanyakan, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Sosial

Paket Lebaran Untuk Para Dampak Banjir Agara

Sabtu, 28 Mar 2026 - 09:34

Pemerintahan dan Berita Daerah

562 Jemaah Deli Serdang Siap Tunaikan Haji

Sabtu, 28 Mar 2026 - 08:22

Pemerintahan dan Berita Daerah

Simpang Kayu Besar Resmi Jadi Ikon Kuliner Baru yang Tertata dan Nyaman

Sabtu, 28 Mar 2026 - 06:20

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x