Cinta yang Terluka Saat Suami Memilih Wanita Lain

- Editor

Rabu, 9 Juli 2025 - 03:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penulis: Ilham Gondrong
TribuneIndonesia.com

Pernikahan Melinda dan Baskoro awalnya bukan berlandaskan cinta, melainkan hasil perjodohan kedua orang tua. Namun, setelah ijab kabul diucapkan di hadapan penghulu, keduanya bersepakat untuk membangun cinta bersama. Sebagai pasangan yang baru menikah, mereka pun memulai kehidupan rumah tangga dengan harapan dan semangat baru.

Setelah resepsi, Melinda dan Baskoro berangkat bulan madu ke sebuah vila indah di luar kota. Tempat itu tenang, sejuk, dan romantis,sempurna bagi dua insan yang ingin menumbuhkan benih cinta. Di sana, keduanya larut dalam kebahagiaan sebagai sepasang pengantin baru, menyatu dalam asmara dan harapan.

Pagi hari yang cerah membangunkan Melinda dari tidurnya. Dengan semangat, ia menyiapkan sarapan dan segala keperluan sang suami. “Mas… mas… sayangku, bangun… sudah siang,” bisik Melinda dengan penuh cinta. Baskoro pun bangun, tersenyum, dan berterima kasih atas perhatian istrinya.

Hari-hari bulan madu mereka dipenuhi kehangatan. Mereka berjalan-jalan di sekitar vila, bergandengan tangan, tertawa, dan saling memandang mesra seakan dunia hanya milik mereka berdua. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama.

Pertemuan Masa Lalu yang Mengguncang

Sekembalinya ke kota, kehidupan rumah tangga mereka tampak berjalan baik. Namun di balik itu, sebuah ujian besar menanti. Di kantor, tempat Baskoro memimpin sebuah perusahaan, seorang wanita cantik bernama Fani datang tanpa janji. Rambut panjang, tubuh ramping, dan wangi parfum mewah membuat kehadirannya mencuri perhatian. Saat bertemu dengan Baskoro, ternyata Fani adalah cinta lama yang belum sepenuhnya padam.

Pertemuan itu menghidupkan kembali perasaan yang telah lama terpendam. Mereka mulai sering bertemu, saling menelepon, dan berbagi cerita masa lalu. Benih cinta lama tumbuh kembali dalam diam, mengikis kesetiaan Baskoro pada Melinda.

Sementara itu, Melinda mulai merasa ada yang berubah. Suaminya pulang malam, jarang bicara, dan selalu buru-buru ke kamar. Bahkan wangi parfum wanita lain sempat ia cium dari pakaian Baskoro. Ketika ia bertanya, Baskoro hanya beralasan bahwa itu dari SPG parfum yang menyemprotkan tester.

Cinta yang Dikhianati

Merasa hatinya tidak tenang, Melinda memutuskan untuk datang ke kantor suaminya, membawa makanan kesukaan Baskoro untuk makan siang bersama. Namun yang ia temukan justru pemandangan yang mematahkan hatinya: Baskoro dan Fani sedang makan bersama dan saling menyuapi. Melinda pun tak mampu menahan emosi.

Baca Juga:  Opini : Negara Akan Sita Lagan Tak Digarap, Beranikah Negara Sita Lahan HGU Mangkrak ?

“Inikah yang kau lakukan di belakangku?” teriak Melinda dengan air mata. Ia pun pergi meninggalkan kantor, meninggalkan luka yang mendalam di hatinya. Baskoro mencoba mengejar, namun Fani menahannya dan berkata, “Sudahlah mas, hubungan kita sudah ketahuan. Apa kamu masih mau lanjutkan hubungan ini?”

Dalam diam, Baskoro mulai berpikir. Ia mencintai Fani sejak kuliah, namun di rumah, ia memiliki istri yang sabar dan penuh kasih. Hatinya pun berkecamuk.

Pengorbanan Seorang Istri

Sesampainya di rumah, Baskoro disambut seperti biasa oleh Melinda. Ia membukakan sepatu, membawa tas suaminya, menyiapkan air hangat, makanan, dan kopi. Baskoro heran, mengapa Melinda tetap bersikap lembut padahal ia telah menyakitinya?

Tak tahan dengan perasaan bersalah, Baskoro akhirnya berkata, “Sayang… maafkan aku. Aku telah mengkhianatimu.” Melinda tersenyum tenang dan menjawab, “Mas benar-benar mencintai wanita itu?”

Baskoro, dengan berat hati, menjawab, “Iya, aku sudah mencintainya sejak kuliah.”

Melinda menatap suaminya dan berkata, “Kalau memang mas mencintai dia, aku rela. Asal jangan sia-siakan cinta kalian. Aku ikhlas, mas.”

Kata-kata itu menghantam hati Baskoro. Ia tertegun dan merenung dalam. Di hadapannya berdiri wanita yang ia nikahi bukan karena cinta, tapi kini menunjukkan cinta sejati yang tak ternilai. Wanita yang bersabar, tetap lembut, dan bahkan rela melepas suaminya demi kebahagiaan orang lain.

Kesadaran yang Terlambat, Tapi Tak Terlalu Akhir

Kesadaran itu menyentak hati Baskoro. Ia menatap Melinda dan berkata lirih, “Sayang… aku takkan meninggalkanmu. Aku baru sadar, kamulah wanita yang sesungguhnya aku butuhkan. Maafkan aku.”

Melinda meneteskan air mata, bukan karena sedih, tapi karena cinta mereka menemukan kembali jalannya. Sejak hari itu, Baskoro memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Fani dan berkomitmen penuh pada rumah tangganya.

Mereka mulai membangun kembali cinta yang pernah goyah, dan hubungan mereka semakin erat. Seperti kisah Laila dan Qais, cinta mereka menjadi legenda kecil di antara orang-orang terdekat yang mengenalnya. Cinta yang teruji, namun tak hancur justru semakin kuat.

Kisah Melinda dan Baskoro menjadi pelajaran bahwa cinta sejati tidak selalu lahir dari pandangan pertama, tetapi dari ketulusan, pengorbanan, dan kesabaran. Jangan pernah sia-siakan orang yang setia di sisimu, karena tak semua cinta yang terlihat indah di awal, bisa bertahan saat badai datang.

Ilham TribuneIndinesia.com

Berita Terkait

Infrastuktur maju, daerah tumbuh. Pemimpin dituntut fokus, transparan, dan konsisten
Seruan Aksi Menguat, Mahasiswa Kepung DLH Deli Serdang, Gaungkan #ReformasiPolri
Dari Keraguan ke Kepercayaan: Suara Warga Mengantar RSU Cut Mutia Menjadi Pilihan Utama di Langsa
Menjaga Marwah Profesi: Jurnalis Harus Tepat Memahami Istilah dan Fungsi Kerja
Memahami Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler: Pilar Penting Pendidikan di Sekolah
Polri di bawah Presiden menguatkan hati, pikiran, dan kerja
Hati-Hati pada Senyum yang Terlalu Manis
Pengawasan yang Disalahpahami: Antara Gudang BNPB dan Marwah Wakil Rakyat di Bireuen
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 15:18

Deklarasi Pers Nasional 2026 Tegaskan Penolakan terhadap Kriminalisasi Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:14

PTUN Jakarta Tegaskan Gugatan Kubu Murjoko Gugur, Legalitas PSHT di Bawah Kepemimpinan Taufiq Tak Terbantahkan

Senin, 9 Februari 2026 - 12:35

​KPK Bongkar Skandal Jalur Merah Bea Cukai, Direktur P2 dan Lima Orang Ditetapkan Tersangka

Senin, 9 Februari 2026 - 08:32

Ketua DPC Demokrat Bireuen : H. T. Ibrahim Kader yang Tumbuh dari Bawah dan Loyal terhadap Partai

Senin, 9 Februari 2026 - 06:55

Jejak Sejarah, Menelusuri Akar Kelahiran Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 02:27

Wagub Aceh Ambil Alih Kendali, Polemik Huntara Bireuen Resmi Diakhiri

Senin, 9 Februari 2026 - 01:58

​Jaga Kondusivitas Wilayah, Tim PANTERA Polsek Matuari Sambangi Markas Manguni Muda

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:56

Polemik Aksi PSHT Di Madiun Membuka Mata Publik, Negara Diam Kebenaran Berbicara

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x