Banjir Aceh Tenggara, Dinsos Siapkan Dapur Umum, M. Jenen: Seluruh OPD Harus Turun Tangan!

- Editor

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – TRIBUNEINDONESIA.COM – Penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tenggara membutuhkan sinergi seluruh lintas sektoral pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiwati, telah menyiapkan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak banjir.

 

Saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Bahagiwati mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait jumlah warga yang terdampak banjir.

 

Ia menegaskan, Dinas Sosial siap memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai data dan kebutuhan yang dilaporkan.

 

“Berapa pun jumlah masyarakat terdampak yang dilaporkan, kami siap melayani,” demikian penegasan Bahagiwati sebagaimana disampaikan dalam konfirmasi kepada wartawan.

 

Sementara itu, Ketua LSM Pemantau Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Aceh (PPKMA), M. Jenen, SE, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.

 

Menurut M. Jenen, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya agar masyarakat terdampak memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.

 

“Bencana ini merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh lintas sektoral Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara harus turun tangan. Jangan hanya mengandalkan satu dinas, karena masyarakat terdampak membutuhkan kerja nyata dan koordinasi semua pihak,” tegas M. Jenen.

Baca Juga:  HUT ke-79 Deli Serdang di Galang Berlangsung Meriah Rakyat Tumpah Ruah, Donor Darah & Pemeriksaan Mata Jadi Sorotan

 

Ia menilai, kesiapan Dinas Sosial dalam menyediakan dapur umum perlu didukung koordinasi yang kuat dengan BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan instansi terkait lainnya.

 

Pendataan warga terdampak juga harus segera dilakukan secara akurat agar kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, dan bantuan darurat dapat disalurkan sesuai kondisi di lapangan.

 

M. Jenen turut meminta agar kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan pengobatan, menjadi perhatian khusus dalam penanganan bencana.

 

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap instansi menjalankan tanggung jawabnya secara terpadu, mulai dari pendataan, pelayanan darurat, distribusi bantuan, hingga pemulihan kehidupan masyarakat setelah banjir.

 

“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Dapur umum harus didukung pendataan dan koordinasi yang baik supaya pelayanan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan. Semua OPD harus bekerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

 

M. Jenen berharap Bupati Aceh Tenggara memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan efektif sehingga setiap kendala dalam penanganan banjir dapat segera diatasi.

 

Penanganan banjir bukan sekadar soal kesiapan logistik, tetapi juga kecepatan koordinasi dan ketepatan pelayanan. Masyarakat terdampak membutuhkan kehadiran pemerintah melalui bantuan nyata, pelayanan yang terarah, dan perhatian berkelanjutan sampai kondisi kembali pulih.***

Berita Terkait

Anggota DPRA Nurkholis Serap Aspirasi Masyarakat Kepulauan Simeulue Melalui Reses Tahap III Tahun 2026
PAS JEMPOL Rekam 1,6 Juta Warga, Integrasi Data Jadi Ujian
‎Kasi Humas Polres Bitung Pererat Silaturahmi dan Sinergi Bersama Insan Pers di HUT ke-36 Kota Bitung
Sekda Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN dalam Kompetisi Minisoccer HUT KORPRI ke-55
Api Meluas di Tebing Belakang Kompleks PLN, Warga Waisai Berupaya Padamkan dengan Alat Seadanya
Seberangi Laut demi Selin, Tangis Mama Pecah saat Titipkan Pesan Haru kepada Jerry
Dari Isu Lingkungan hingga Kenakalan Remaja, Ini Misi Besar Sanaya Martines Sariallo sebagai Putri Bitung
RSU Mitra Guray Soroti Burnout Tenaga Kesehatan, Kesehatan Mental Jadi Perhatian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:01

Banjir Aceh Tenggara, Dinsos Siapkan Dapur Umum, M. Jenen: Seluruh OPD Harus Turun Tangan!

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:55

Anggota DPRA Nurkholis Serap Aspirasi Masyarakat Kepulauan Simeulue Melalui Reses Tahap III Tahun 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:49

PAS JEMPOL Rekam 1,6 Juta Warga, Integrasi Data Jadi Ujian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:07

Sekda Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN dalam Kompetisi Minisoccer HUT KORPRI ke-55

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:45

Api Meluas di Tebing Belakang Kompleks PLN, Warga Waisai Berupaya Padamkan dengan Alat Seadanya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:23

Seberangi Laut demi Selin, Tangis Mama Pecah saat Titipkan Pesan Haru kepada Jerry

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:01

Safril Yunus: ​27 Tahun Kabupaten Simeulue Memperkuat Komitmen Menuju Pusat Ekonomi Biru dan Daerah Bermartabat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:30

Sekda Dra. Suhartini M. Pd Buka Pertandingan Olahraga Antar instansi Semarakkan HUT KORPRI ke-55

Berita Terbaru

Internasional dan Nasional

Manfaatkan Marpolex 2026, Bitung Promosikan Kuliner dan Sektor Perikanan Unggulan

Senin, 12 Okt 2026 - 00:30

Pemerintahan dan Berita Daerah

PAS JEMPOL Rekam 1,6 Juta Warga, Integrasi Data Jadi Ujian

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:49