Banda Aceh | TribuneIndonesia.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 13 Banda Aceh. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari guru dan tenaga pengajar di sekolah tersebut.
Kajari Banda Aceh, Suhendri, SH, MH, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Putra Masduki, SH, MH, didampingi Kasi Intelijen Muhammad Kadafi, SH, MH, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan penanganan hukum terkait kasus tersebut.
“Saat ini kita sedang menangani kasus Dana BOS di SMAN 13 Banda Aceh. Dugaan penyimpangan berlangsung selama tiga tahun, sejak 2022 hingga 2024,” ungkap Putra Masduki, Senin (19/8/2025).
SMAN 13 yang beralamat di Jalan Lampoh Kuta No. 2E, Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, disebut menerima alokasi Dana BOS setiap tahunnya. Meski jumlah anggaran tidak tergolong besar, Kejari menegaskan tetap wajib menindaklanjuti laporan karena sifatnya merupakan aduan masyarakat.
“Yang mengadu adalah guru dan tenaga pengajar, sehingga wajib kami tindaklanjuti,” tambah Putra.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum sehingga status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hingga kini, sekitar 40 saksi telah diperiksa untuk mengungkap dugaan penyimpangan dana tersebut.
Sekretaris KAKI Aceh, Purn TNI Zulsyafri, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan Dana BOS.
“Dana BOS adalah dana alokasi khusus nonfisik untuk sekolah negeri maupun swasta. Fungsinya membiayai kebutuhan operasional pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan gaji pegawai. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan, membantu operasional sekolah, sekaligus meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik,” tegas Zulsyafri.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Kejari Banda Aceh masih mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka. Publik menanti keseriusan aparat hukum dalam menuntaskan dugaan korupsi dana pendidikan yang semestinya diperuntukkan bagi peningkatan mutu belajar siswa.(#)