Deli Serdang I TribuneIndonesia.Com-Angin segar perubahan bertiup dari hamparan lahan bawang di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal. Di sana, Bupati Deli Serdang H Asri Ludin Tambunan berdiri di antara para petani, menanam harapan sekaligus menyalakan obor inovasi. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap ASTA DS Sauce, suplemen tanaman karya putra daerah yang lahir dari riset panjang selama empat tahun.
Bagi sang bupati, inovasi tidak cukup berhenti pada keyakinan. Ia harus diuji, diukur, dan dibuktikan. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, tegasnya, siap membiayai seluruh rangkaian uji laboratorium serta analisis biaya secara komprehensif, bahkan jika harus dibawa ke lembaga penelitian perkebunan terkemuka.
“Kita harus punya data. Hitung berapa biaya bertani dengan ASTA DS Sauce dan bandingkan dengan pupuk kimia konvensional. Kalau perlu uji ke Socfin, biayanya dari pemerintah kabupaten,” tegasnya, menyiratkan tekad agar kebijakan lahir dari fakta, bukan sekadar janji.
Lebih jauh, Pemkab Deli Serdang membuka peluang agar inovasi tersebut dipatenkan dan dianggarkan melalui APBD. Jika terbukti efektif dan efisien, ASTA DS Sauce akan disebarluaskan ke lahan-lahan petani di seluruh wilayah Deli Serdang sebagai bagian dari transformasi pertanian yang berkelanjutan.
Semangat pembaruan itu tak berhenti pada suplemen tanaman. Di lokasi yang sama, bupati juga menyambut hangat pengenalan sistem pertanian modern seperti aquaponik oleh mahasiswa ST Bhinneka. Baginya, inovasi adalah pintu menuju masa depan desa yang lebih mandiri.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang membawa sesuatu yang baru ke desa ini. Inovasi seperti ini harus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” ucapnya.
Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menegaskan sikap serupa. Pemerintah daerah, katanya, selalu membuka ruang bagi terobosan yang mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung cita-cita swasembada pangan.
“Ini soal niat dan keberanian berubah. Kalau tujuannya memajukan pertanian, pemerintah kabupaten akan berdiri di belakang para inovator,” ujarnya.
Dari sisi petani, Ketua Kelompok Tani Bunga Tanjung, Suryadi, menjelaskan bahwa ASTA DS Sauce telah melewati uji lapangan meski belum menjalani uji biologis di laboratorium. Ia mengungkapkan, inovasi tersebut sebelumnya diuji pada kambing perah dengan hasil yang menggembirakan.
“Produksi ternak perah meningkat. Setelah berhasil di peternakan, kami bawa ke tanaman. Mudah-mudahan ini jadi jawaban atas persoalan pertanian,” katanya penuh harap.
Penanaman bawang di Tanjung Gusta menjadi tonggak awal penggunaan ASTA DS Sauce di lahan pertanian secara langsung. Sebuah eksperimen terbuka, disaksikan pemerintah daerah, petani, dan generasi muda. Di ladang itu, riset bertemu kebijakan, tradisi bertemu inovasi, dan masa depan pertdesaan mulai dirajut dengan keberanian mencoba hal baru.
Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang turun langsung menanam bawang bersama Kelompok Tani Bunga Tanjung. Uji coba perdana ASTA DS Sauce ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya model pertanian baru yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan berpihak pada kesejahteraan petani.
Ilham Gondrong

















