ACEH TAMIANG | TribuneIndonesia.com — Situasi keamanan di pusat pasar Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, kian memprihatinkan. Pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, aksi pencurian dilaporkan semakin marak dan menimbulkan keresahan di kalangan warga serta pedagang.
Di tengah upaya masyarakat memulihkan kondisi ekonomi, meningkatnya tindak kriminal justru menjadi persoalan baru. Sejumlah kasus kehilangan mulai terungkap setelah banjir surut, dengan pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) Aceh Tamiang, Purnawirawan TNI Zulsyafri, mengungkapkan bahwa situasi keamanan saat ini dinilai semakin rentan, terutama pada malam hari ketika fasilitas umum dalam keadaan sepi.

“Usai banjir surut, warga dan pedagang merasa lingkungan perkampungan dan deretan ruko di pusat pasar tidak lagi aman. Banyak laporan kehilangan di berbagai titik,” ujar Zulsyafri.
Ia menjelaskan, kelengahan warga yang masih fokus memperbaiki kondisi pasca-bencana menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Bahkan, sejumlah fasilitas umum turut menjadi sasaran pencurian.
Beberapa barang yang dilaporkan hilang antara lain mixer pengeras suara di meunasah Desa Tualang Baro, pintu kamar mandi sekolah, serta pintu dan instalasi listrik di sejumlah ruko di pusat pasar.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Para pedagang dan pemilik ruko menilai aksi pencurian di saat situasi sulit merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
“Kami sangat resah. Dalam kondisi seperti ini seharusnya saling membantu, bukan malah memanfaatkan keadaan untuk mencuri,” ungkap salah seorang pemilik ruko.
Zulsyafri menambahkan, tekanan ekonomi pasca-banjir diduga menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya tindak kriminal. Selain itu, ia juga menyoroti maraknya peredaran narkoba eceran yang berpotensi mendorong pelaku melakukan aksi nekat.
“Situasi ekonomi yang sulit dan peredaran narkoba bisa menjadi pemicu. Para pecandu sering menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan mereka,” katanya.
Menyikapi kondisi tersebut, TAMPERAK bersama tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah serta aparat keamanan TNI dan Polri untuk segera mengambil langkah konkret guna mengantisipasi meningkatnya kriminalitas.
Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di desa-desa, guna menjaga stabilitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat segera menginstruksikan pengaktifan kembali siskamling agar situasi kembali aman dan kondusif,” tutup Zulsyafri. (#)



















