PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

- Editor

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG | Tribuneindonesia.com – Di tengah dinamika situasi sosial yang mulai memanas, Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) bersama LSM KPK RI mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh, untuk tetap menjaga perdamaian, memperkuat persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Seruan tersebut disampaikan Sekretaris PEPABRI Aceh Tamiang sekaligus Tim Investigasi LSM KPK RI Aceh, PURN TNI Zulsyafri. Ia menegaskan bahwa kondisi bangsa saat ini membutuhkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, bukan justru memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial telah menjadi tantangan serius bagi persatuan masyarakat. Berbagai konten, mulai dari video potongan, foto hasil rekayasa, akun palsu hingga berita bohong (hoaks), berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba dan memecah belah masyarakat.

“Situasi saat ini, baik di Aceh maupun Indonesia secara umum, sedang diuji. Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena informasi yang belum tentu benar. Kita harus mampu membedakan mana fakta dan mana provokasi,” tegas Zulsyafri.

Dalam pernyataannya, Zulsyafri menyampaikan empat ajakan penting kepada masyarakat sebagai langkah menjaga stabilitas, kedamaian, dan keutuhan bangsa.

1. JAGA PERDAMAIAN ACEH, JANGAN ULANGI SEJARAH KELAM

Zulsyafri mengingatkan bahwa perdamaian Aceh merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak boleh dianggap remeh. Perdamaian yang dinikmati masyarakat saat ini dibayar dengan air mata, darah, dan nyawa ribuan orang.

Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian dengan penuh tanggung jawab dan tidak membiarkan situasi kembali terjerumus ke dalam konflik.

“Damai itu mahal. Perang itu mudah, tetapi damai itu sulit. Kita sudah merasakan pahitnya konflik. Jangan sampai perdamaian yang telah kita bangun dengan susah payah hancur hanya karena kita terpancing isu di media sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan, menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Aceh.

2. JANGAN MUDAH TERPROVOKASI OLEH ISU DAN HOAKS

Masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang mengandung unsur kebencian, provokasi, maupun upaya menyudutkan suku, agama, kelompok tertentu, atau institusi negara.

Zulsyafri juga mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta mengikuti ajakan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan atau tindakan anarkis.

“Jangan mudah percaya pada video yang dipotong, foto editan, akun palsu, atau berita yang belum jelas kebenarannya. Jika ada pihak yang mengajak melakukan tindakan anarkis, jangan ikut. Itu bukan perjuangan, melainkan tindakan yang dapat merugikan masyarakat sendiri,” katanya.

Ia mengajak masyarakat agar tetap tenang, berpikir jernih, dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.

3. BIJAK BERMEDIA SOSIAL, SARING SEBELUM SHARING

Dalam era digital, media sosial dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menyampaikan aspirasi. Namun, jika digunakan tanpa tanggung jawab, media sosial juga dapat menjadi alat penyebar kebencian dan perpecahan.

Baca Juga:  Sangat Disayangkan, Generasi Muda Aceh Harumkan Nama Daerah Tanpa Dukungan Pemerintah

Zulsyafri mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.

Setidaknya, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum menyebarkan sebuah konten:

  • Apakah sumber informasi tersebut jelas dan dapat dipercaya?
  • Apakah video atau foto yang beredar merupakan konten utuh atau telah dipotong maupun dimanipulasi?
  • Apakah informasi tersebut merupakan fakta atau sekadar opini yang mengandung provokasi?

“Saring sebelum sharing. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Ingat, jejak digital tidak mudah dihapus. Setiap orang harus bertanggung jawab atas apa yang ditulis dan dibagikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan media sosial dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Jangan korbankan masa depan anak-anak kita hanya karena emosi sesaat di media sosial. Satu jempol bisa membawa persoalan hukum jika digunakan untuk menyebarkan informasi yang melanggar aturan,” tambah Zulsyafri.

4. PERCAYAKAN PENYELESAIAN MASALAH KEPADA APARAT DAN PEMERINTAH

Zulsyafri menegaskan bahwa setiap persoalan, termasuk dugaan ketidakadilan, penyimpangan, maupun permasalahan sosial, harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan jalur yang benar.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun aspirasi kepada lembaga terkait, seperti PEPABRI, LSM KPK RI, DPRK, Polres, dan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Ia menolak segala bentuk tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperburuk keadaan.

“Kita adalah negara hukum, bukan negara barbar. Jika ada persoalan, sampaikan melalui jalur yang benar. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat menimbulkan masalah baru dan merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, kritik dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyampaiannya harus dilakukan secara damai, bertanggung jawab, dan tidak melanggar hukum.

PEPABRI, LSM KPK RI, DAN TOKOH MASYARAKAT: JAGA ACEH TETAP SEJUK DAN BERSATU

Mengakhiri pernyataannya, Zulsyafri bersama PEPABRI, LSM KPK RI, dan tokoh masyarakat mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai, sejuk, dan kondusif.

Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci, memusuhi, atau merusak persatuan.

“Marilah kita jaga Aceh tetap damai, sejuk, dan bersatu. Beda pendapat itu biasa, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita saling membenci. Jangan biarkan provokasi merusak persaudaraan yang telah kita bangun,” tutupnya.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa menjaga perdamaian bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama. Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial, masyarakat dituntut untuk lebih bijak, kritis, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun pribadi. (##)

Berita Terkait

MN KAHMI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, Singgung Potensi Makar
Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar
Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi
Polemik Penugasan Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat, Regulasi dan Kebutuhan Pelayanan RSUD Waisai Jadi Sorotan
Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus
Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026
Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung
PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 03:54

MN KAHMI Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo, Singgung Potensi Makar

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Minggu, 8 November 2026 - 00:02

Ancam Tindak Pemagaran Sepihak, Pemkot Bitung Tegaskan Legalitas Lahan Dua Kantor Dinas

Sabtu, 7 November 2026 - 17:38

Dokter Spesialis Anak Bukan Menolak Tugas, Persoalkan Kesesuaian Penempatan dan Kompetensi

Sabtu, 7 November 2026 - 17:00

Delapan Tahun Mengabdi di Raja Ampat, Perjalanan dr. Laura Christanty Tak Selalu Berjalan Mulus

Sabtu, 7 November 2026 - 13:57

Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Berita Terbaru