BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Langkah nyata menyudahi ketergantungan pada bantuan sosial resmi dimulai di Kabupaten Bireuen. Menggandeng Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Dinas Sosial Bireuen menggembleng 219 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT dalam sebuah pelatihan kewirausahaan intensif di Aula Setdakab lama, Selasa (3/11/2026).
Program strategis ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial, melainkan sebuah gerakan akselerasi ekonomi untuk mengubah mindset penerima bantuan menjadi pengusaha mandiri yang tangguh. Guna memastikan ekosistem bisnis ini berjalan berkelanjutan, 57 pendamping sosial lintas kecamatan diterjunkan langsung untuk mengawal perjalanan usaha para peserta.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd., membakar semangat para peserta dengan menegaskan bahwa modal besar bukan lagi alasan untuk takut memulai. Di era modern, peluang bisnis justru terbuka lebar dari dalam rumah dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial.
“Melalui program pemberdayaan ekonomi ini, kita ingin mendorong KPM untuk berani naik kelas. Jangan terus bergantung pada bantuan sosial. Ambil peluang, asah kreativitas, dan manfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri,” cetus Alfian penuh optimisme.
Selama 10 jam penuh, para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga strategi matang mulai dari manajemen keuangan modern, legalitas izin usaha, hingga pemetaan potensi lokal. Kolaborasi ini juga menghadirkan pakar dari Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk membuka akses permodalan yang lebih luas.