LANGSA | Tribuneindonesia.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pengurus PKB di Indonesia agar tidak terlena dalam lingkaran kekuasaan. Ia menekankan pentingnya memperkuat kedekatan dengan masyarakat, menguasai media sosial, serta menggerakkan gagasan sosialisme Islam sebagai jalan menuju kemandirian rakyat.
Penegasan tersebut disampaikan Cak Imin dalam rapat koordinasi DPP PKB bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia, yang turut diikuti jajaran DPC PKB Kota Langsa, Aceh.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Sekretaris Jenderal DPP PKB M. Hasanuddin Wahid serta sejumlah pengurus DPP PKB lainnya.
Dalam arahannya, Cak Imin mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku masyarakat menuntut seluruh kader PKB untuk mampu beradaptasi, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi politik dan perjuangan partai.
Menurutnya, media sosial tidak boleh hanya dijadikan tempat mempublikasikan kegiatan seremonial partai. Lebih dari itu, media sosial harus menjadi instrumen untuk menyerap aspirasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menyampaikan gagasan dan perjuangan PKB secara luas.
Sosialisme Islam PKB sebagai Jalan Kemandirian
Salah satu penekanan penting dalam rapat koordinasi tersebut adalah perlunya seluruh pengurus PKB memahami dan menggerakkan gagasan sosialisme Islam yang menjadi bagian dari orientasi perjuangan partai.
Cak Imin menegaskan bahwa sosialisme Islam PKB merupakan sebuah tangga menuju kemandirian. Gagasan tersebut perlu diterjemahkan dalam langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah, petani, nelayan, buruh, pelaku usaha kecil, serta masyarakat yang membutuhkan keberpihakan kebijakan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah partai politik tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi legislatif maupun kedudukannya dalam pemerintahan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi kehidupan rakyat.
Karena itu, seluruh jajaran pengurus PKB di tingkat pusat, wilayah, hingga cabang didorong untuk membangun gerakan politik yang lebih membumi, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi rakyat.
Cak Imin Ingatkan PKB Jangan Terlena dalam Kekuasaan
Dalam arahannya, Cak Imin juga menyampaikan evaluasi terhadap perjalanan politik PKB selama berada dalam koalisi pemerintahan.
Ia mengingatkan bahwa selama kurang lebih sepuluh tahun berada dalam koalisi pemerintahan, PKB dinilainya ikut terlena sehingga perlu kembali memperkuat kepekaan terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi pesan evaluatif bagi seluruh struktur partai agar keberadaan PKB dalam pemerintahan tidak mengurangi kedekatan dengan rakyat.
Ke depan, PKB harus lebih aktif hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, memahami kebutuhan, dan memperjuangkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
Arahan itu juga menegaskan pentingnya membangun politik yang tidak hanya berorientasi pada perebutan maupun pembagian kekuasaan, melainkan mengutamakan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.
DPC PKB Kota Langsa Ikuti Arahan DPP
Keikutsertaan DPC PKB Kota Langsa dalam rapat koordinasi nasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan menyelaraskan gerakan politik di daerah dengan kebijakan serta arah perjuangan DPP PKB.
Arahan Ketua Umum DPP PKB menjadi perhatian penting bagi seluruh struktur partai, termasuk di Kota Langsa, untuk memperkuat komunikasi politik, meningkatkan kemampuan kader dalam memanfaatkan teknologi digital, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Di tengah dinamika politik yang semakin berkembang, penguasaan media sosial dinilai menjadi kebutuhan strategis bagi partai politik untuk menjangkau generasi muda, termasuk kalangan milenial dan generasi Z.
Namun demikian, penguatan komunikasi digital juga harus berjalan beriringan dengan kerja nyata di tengah masyarakat. Kehadiran kader dalam menyerap aspirasi dan membantu memperjuangkan kepentingan rakyat tetap menjadi ukuran penting keberhasilan gerakan politik partai.
Rapat koordinasi DPP bersama DPW dan DPC PKB se-Indonesia tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat soliditas organisasi, menyatukan langkah perjuangan, dan memastikan seluruh jajaran pengurus bergerak sesuai arah kebijakan partai.
Melalui penekanan terhadap penguasaan media sosial, penguatan sosialisme Islam, serta evaluasi atas perjalanan PKB dalam koalisi pemerintahan, Cak Imin mengirimkan pesan bahwa PKB ke depan harus semakin dekat dengan rakyat.
PKB tidak cukup hanya hadir dalam kekuasaan, tetapi juga harus mampu membuktikan keberpihakannya melalui perjuangan nyata untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.











