TribuneIndonesia.com-Kebakaran yang menghanguskan ruko Toko Roti Rida di kompleks Pasar Tradisional Lima Puluh, Lingkungan III, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara pada Senin dini hari, 2 November 2026, menyisakan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah
Bangunan milik R Nainggolan itu dilalap api sekitar pukul 04.00 WIB, ketika sebagian besar warga masih terlelap dan aktivitas pasar belum dimulai api pertama kali diketahui Nizar, pedagang ayam potong yang hendak membuka lapaknya di kawasan pasar tersebut
Melihat kobaran api membesar dari ruko, Nizar berteriak meminta pertolongan hingga membangunkan warga sekitar,Teriakan itu segera mengundang perhatian warga yang berhamburan menuju lokasi
Mereka menggedor ruko untuk membangunkan pemiliknya yang masih tertidur di lantai dua dan diduga belum menyadari bangunan tempat tinggal sekaligus usahanya telah terbakar
dalam situasi darurat tersebut, R Nainggolan menyelamatkan diri dengan melompat ke atap seng rumah tetangganya
Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api namun, api telanjur membesar dan menghanguskan bangunan beserta barang dagangan, perabotan, serta berbagai perlengkapan usaha di dalam ruko yang menjual roti dan makanan ringan tersebut
Petugas memadamkan api sekitar dua jam untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemungkinan kobaran merembet ke bangunan di sisi kiri dan kanan
Saat kebakaran berlangsung, hanya R Nainggolan yang berada di dalam ruko, sedangkan istri dan anaknya berada di ruko lain di Jalan Lima Puluh-Pematangsiantar
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu melumpuhkan usaha korban dan menghanguskan seluruh isi bangunan
Besarnya kerugian masih berupa taksiran awal, sementara penyebab kebakaran belum dipastikan melalui hasil penyelidikan kepolisian
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono bersama sejumlah pejabat utama Polres Batu Bara dan Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala terlihat mendatangi lokasi kebakaran
Personel Polres Batu Bara dan Polsek Lima Puluh juga melakukan pengamanan untuk mengantisipasi penjarahan terhadap barang-barang milik korban maupun barang dagangan milik pedagang lain yang telah dikeluarkan dari ruko masing-masing
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono melalui Kasi Humas Polres Batu Bara AKP Pardamean Tamba menyampaikan bahwa kebakaran tersebut diduga dipicu arus pendek listrik
Dugaan itu masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara dan keterangan saksi
Setelah api berhasil dipadamkan, tim Inafis Polres Batu Bara bersama personel Polsek Lima Puluh melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)
Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi mata untuk menyusun kronologi kejadian dan menelusuri sumber awal kobaran api garis polisi dipasang di lokasi guna mendukung proses penyelidikan dugaan korsleting menjadi salah satu petunjuk awal dalam penanganan kasus tersebut
namun, kepastian mengenai sumber api, titik awal kebakaran, serta kondisi instalasi listrik sebelum kejadian masih harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas
Keterangan Nizar sebagai orang pertama yang mengetahui kebakaran menjadi salah satu bagian penting dalam merekonstruksi peristiwa pada dini hari itu
Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan barang-barang yang terbakar juga diperlukan untuk membantu penyidik menguji dugaan penyebab kebakaran
bagi R Nainggolan, peristiwa tersebut bukan hanya menghanguskan tempat usaha, tetapi juga menghilangkan barang dagangan dan perabotan yang berada di dalam bangunan
Sementara itu, bagi para pedagang di kompleks Pasar Tradisional Lima Puluh, kebakaran tersebut memperlihatkan risiko yang dapat muncul ketika api membesar di kawasan pertokoan yang saling berdempetan
hasil penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kebakaran yang menghanguskan Toko Roti Rida tersebut. (Ilham Gondrong)













