Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak

- Editor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 Keterangan: Ketua DPD Himpunan Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Raja Ampat, meminta instansi terkait dan aparat penegak hukum agar lebih serius melakukan pengawasan serta penindakan terhadap dugaan praktik pengeboman ikan. Jumat 30/10/2026. 

 

 

RAJA AMPAT- TRIBUNEINDONESIA.COM , Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan kembali menjadi perhatian masyarakat nelayan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Sekitar pukul 16.00 WIT, masyarakat nelayan Kampung Meosmanggra, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, menemukan sebuah bodi atau perahu yang diduga sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom di wilayah perairan Raja Ampat.

Temuan tersebut memicu keprihatinan kalangan nelayan karena praktik pengeboman ikan dapat merusak ekosistem laut, menghancurkan terumbu karang, serta mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.

Menanggapi kejadian tersebut, Yoris Sauyai, selaku Ketua DPD Himpunan Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Raja Ampat, meminta instansi terkait dan aparat penegak hukum agar lebih serius melakukan pengawasan serta penindakan terhadap dugaan praktik pengeboman ikan.

Yoris secara khusus meminta tiga instansi terkait memberikan perhatian serius, yakni:

KKP melalui BLUD UPTD Raja Ampat.

Kepolisian Perairan (Polair) Kabupaten Raja Ampat.

Satker BKKP Raja Ampat.

Baca Juga:  Dua Desa, Satu Hati: Tradisi Santunan yang Terus Hidup di Aceh Timur

Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan sesekali. Aparat dan instansi teknis harus meningkatkan patroli serta mengambil langkah konkret untuk mencegah praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Ia juga meminta agar wilayah Waigeo Barat Kepulauan menjadi perhatian khusus karena masyarakat nelayan selama ini mengeluhkan maraknya dugaan aktivitas pengeboman ikan di kawasan tersebut.

“Kami berharap instansi terkait benar-benar fokus menangani persoalan bom ikan di perairan Raja Ampat, khususnya wilayah Waigeo Barat Kepulauan. Jangan sampai praktik ini terus berlangsung dan merusak laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat nelayan,” demikian inti imbauan Yoris.

HMNI berharap laporan dan temuan masyarakat tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan, patroli pengawasan, serta penegakan hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran.

Bagi masyarakat nelayan, laut bukan sekadar tempat mencari ikan, melainkan sumber penghidupan yang harus dijaga bersama. Karena itu, praktik penangkapan ikan menggunakan bom harus menjadi perhatian serius seluruh pihak demi melindungi kekayaan laut Raja Ampat.

Berita Terkait

Operasi Patuh Klabat 2026: Polres Bitung Padukan Ketegasan Hukum dan Kepedulian Pendidikan
IWO Bali Soroti Keluhan Warga soal Perbaikan Jalan Gajah Mada, Nyoman Suyasa Sentil Lemahnya Koordinasi PU dan PDAM
Dikawal Paguyuban Driver, Perda Angkutan Sewa Khusus Bali Akhirnya Kantongi Nomor Register
Satgas PRR Kemendagri dan Pemko Langsa Perkuat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pemkot Bitung Dukung Program KBK Keuskupan Manado, Fungsikan Lahan Tidur untuk Tekan Inflasi
Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres
Beri Kepastian Hukum, Kemenkumham Sulut Tuntaskan Dokumen Kewarganegaraan Ratusan Warga Keturunan Filipina
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25

Jasa Raharja Bersama Stakeholder Jakarta Timur Dorong Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:23

Melalui Program MUKL, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:07

Dukung Program Kapolri, Kapolres Bireuen Pimpin Penanaman Pohon ‘Green Policing’ di Jangka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:42

Perangi Narkoba Hingga Judol, Kapolres Bireuen Dobrak Kesadaran Warga di Mimbar Jum’at

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:56

Perkuat Karakter Boarding School, SMPN 2 Bireuen Hadirkan Penceramah Karismatik Tgk Syahrul

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59

Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak

Berita Terbaru