ALARM MERAH DANA DESA: Investigasi Tiga Tahun Anggaran Kutembaru Bocor, Total Ratusan Juta Diduga Menguap!

- Editor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE/Tribuneindonesia.com

Situasi di Desa Kutembaru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara kian memanas. Dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang terjadi secara berturut-turut selama tiga tahun terakhir—sejak 2023 hingga 2025—kini memicu keresahan massal dan tuntutan pemeriksaan hukum pidana korupsi.

Berdasarkan kesaksian warga setempat yang mendesak identitasnya dirahasiakan karena faktor keamanan, pengelolaan anggaran di desa mereka berada dalam kondisi gawat dan disinyalir kuat sarat akan aksi manipulasi laporan hingga proyek fiktif.

Dokumen Anggaran yang Terindikasi Bermasalah Besar

Laporan investigasi di lapangan menunjukkan plot anggaran fantastis pada sejumlah kegiatan yang realisasinya dipertanyakan oleh masyarakat:
• Tahun Anggaran 2023 (Indikasi Masalah): Proyek fisik Tembok Penahan Tanah (TPT) sebesar Rp76.385.500, Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rp50.000.000, serta Pembangunan Jaringan Listrik Kute senilai Rp127.884.000. Selain itu, pos Ketahanan Pangan sebesar Rp133.500.000 dan dana Posyandu Rp39.422.000 juga masuk dalam radar kecurigaan.
• Tahun Anggaran 2024 (Lonjakan Dana Mencurigakan): Anggaran Posyandu melonjak drastis menjadi Rp90.250.000. Ditambah proyek Jalan Usaha Tani sebesar Rp134.980.000, pengadaan alat semprot pertanian Rp113.400.000, hingga pos bencana non-alam senilai Rp34.522.000 yang dituding dimanipulasi.
• Tahun Anggaran 2025 (Puncak Krisis Transparansi): Hanya dari 4 item kegiatan saja, dana sebesar Rp287.181.000 diduga bermasalah. Di antaranya adalah TPT Dusun Drasi (Rp138.981.000), Posyandu (Rp91.800.000), pemeliharaan SPAL (Rp30.000.000), hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp26.400.000.

Baca Juga:  Rapat Tindak Lanjut Putusan MA Sengketa Lahan SD Kampung Nangka Aceh Tenggara Belum Capai Kesepakatan

Kondisi Gawat: Pengulu Memilih Bungkam dan Menutup Diri

Saat dikonfirmasi secara resmi mengenai rincian angka-angka janggal ini, Taupik selaku Pengulu Kutembaru mengambil langkah ekstrem dengan memilih bungkam. Tidak adanya hak jawab atau klarifikasi dari pimpinan desa ini semakin menyulut amarah warga dan memperkuat indikasi bahwa tata kelola keuangan desa memang sedang berada dalam masalah hukum yang serius.

Desakan Penangkapan dan Audit Khusus

Melihat kondisi yang kian darurat, Ketua Komando Garis Depan LSM Korek Aceh, Riko Andalas, langsung mengeluarkan pernyataan keras dari Kutacane. Ia menyatakan situasi ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut hak hidup masyarakat miskin di desa.

“Ini sudah masuk kategori gawat! Pengulu tidak boleh memperlakukan dana publik seperti uang warisan pribadi. Sikap bungkam ini adalah sinyal kuat adanya kejahatan anggaran,” cetus Riko dengan nada tinggi, Selasa (27/10/2026).

LSM Korek Aceh secara resmi melayangkan tuntutan darurat kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara untuk segera memanggil, memeriksa, dan melakukan tindakan hukum tegas terhadap Pengulu Taupik. Mereka juga mendesak Kepala Inspektorat untuk langsung menerjunkan Tim Audit Khusus ke Desa Kutembaru guna menyita dokumen-dokumen terkait sebelum terjadi upaya penghilangan barang bukti.

Berita Terkait

Tingkatkan Koordinasi Kamtib, Kalapas Lhoksukon Silaturahmi ke Mapolres Aceh Utara dan Lakukan Pengecekan Senjata Api
Nakhoda Baru Pengawal Aspirasi: Sembilan Anggota Tuha Peut Gampong Baro Resmi Dilantik!
Hubungan Renggang, Sejumlah Kadis di Aceh Tenggara Blokir Nomor Kontak Wartawan
*.H. M.Ust HATTA BULKAINI, SKD. S Hl. MONITORING TKA SERENTAK DAN SERAP POKIR DI SMA NEGERI 2 KUTACANE*
Bentengi Generasi Muda dari Kejahatan Siber, Polres Bireuen Edukasi Pelajar Terkait Bahaya Judi Online
MTsN 5 Bireuen Siap Gelar Peringatan Maulid Nabi 1448 H, Padukan Kegiatan Religius dan Edukatif
PT SPP Diduga Kerjakan Proyek Manajemen Building PLN Berpagu Rp68 M Lewat Penunjukan Langsung, Isu Anak Emas Wadirut Mencuat
Polisi Bersama Masyarakat, Polsubsektor Kutablang Gelar Patroli Sambang Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:40

Tekan Inflasi dan Amankan Pasokan Cabai, Wali Kota Bitung Pimpin Rapat TPID

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:39

Wakili Wali Kota, Asisten I Setda Bitung Tegaskan Dukungan Penuh pada Operasi Patuh Klabat 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:58

Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa Diserbu 5.000 Warga, Meriahkan HSP ke-98 dan HUT ke-25 Kota Langsa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:38

Peduli Anak Yatim, Pemko Langsa Perluas Penyaluran Santunan ke Sejumlah Gampong

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:49

Pengurus PMI Kota Langsa Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pengabdian Kemanusiaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:43

Wali Kota Jeffry Sentana Apresiasi Kesuksesan Langsa Expo 2026, Bergek Meriahkan Malam Puncak HUT ke-25 Kota Langsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:36

DPRK Raja Ampat dan TAPD Ikuti Bimtek APBD 2027, Ketua Taufik Sarasa Tekankan Pemahaman Regulasi

Berita Terbaru

Organisasi

FKPPI Temui Asri Ludin, Dukungan Organisasi Diuji Program

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:39