BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Lantunan ayat-ayat suci yang menggema selama sepekan terakhir di pesisir Kecamatan Jangka akhirnya mencapai puncaknya. Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, resmi ditutup dengan penuh khidmat pada Sabtu (24/10/2026) malam.
Di bawah binar lampu Gedung Serbaguna Kantor Camat Jangka, suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat kafilah dari Kemukiman Banjir Asin diumumkan keluar sebagai Juara Umum. Koleksi prestasi yang mereka raih berhasil mengungguli rival-rival tangguh lainnya.
Sejak ditabuh pada 17 Oktober lalu, panggung syiar Islam ini telah mempertemukan 158 talenta muda terbaik. Mereka datang membawa nama kebanggaan dari berbagai kemukiman, mulai dari Lamkuta, Jangka, Alue Kuta, Bugak, hingga sang juara bertahan Banjir Asin. Berdasarkan penilaian ketat dewan juri, posisi juara umum secara berurutan diikuti oleh Kemukiman Bugak di peringkat kedua, disusul Kemukiman Jangka, Kemukiman Lamkuta, dan Kemukiman Ulee Kuta.
Camat Jangka, Mulyadi, SP, MSM, dalam untaian sambutannya menyampaikan pesan mendalam. Baginya, riuh tepuk tangan dan deretan piala malam itu bukanlah tujuan utama. MTQ adalah sebuah madrasah besar untuk membumikan Al-Qur’an dan merajut akhlak mulia pada generasi penerus bangsa.
“Kepada anak-anak kami yang berhasil meraih juara, kami ucapkan selamat. Jadikan momentum ini sebagai batu loncatan untuk terus mengasah kemampuan demi membawa nama harum Jangka ke tingkat kabupaten kelak,” tutur Mulyadi dengan nada optimis.
Bagi peserta yang belum berkesempatan membawa pulang piala, Camat Mulyadi menitipkan pesan menyentuh agar mereka tidak berkecil hati. Sebab, setiap huruf Al-Qur’an yang dilantunkan di atas mimbar adalah kemuliaan dan kemenangan tersendiri di hadapan Allah SWT.
Di penghujung malam yang indah itu, Mulyadi juga mengetuk hati para keuchik (kepala desa) dan seluruh tokoh masyarakat Jangka. Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menghidupkan kembali denyut nadi pengajian di balai-balai gampong. Dengan pembinaan yang konsisten dan penuh kasih sayang, Jangka diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah tingkat dunia, tetapi juga mencetak generasi emas yang beriman kokoh dan berakhlak Qur’ani.