Aceh Barat Tribune Indonesia.com
Kota Meulaboh menjadi saksi atas peristiwa bersejarah bagi masyarakat pesisir barat-selatan tanah rencong. Komite Pelaksana Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3ABAS) secara resmi menggemakan deklarasi pengusulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Provinsi Aceh Barat Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Momentum sakral ini dirangkai dengan pengukuhan pengurus KP3ABAS dari enam kabupaten cakupan wilayah, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan.
Dalam perhelatan strategis tersebut, Ketua KP3ABAS Kabupaten Simeulue, Drs. Mohd. Riswan, R., tampil menyampaikan pandangan visionernya di hadapan para tokoh dan ratusan peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa esensi dari perjuangan pemekaran wilayah ini jauh melampaui urusan administratif semata.
Menurutnya, langkah besar ini adalah instrumen masa depan untuk memastikan pemerataan pembangunan serta mengakselerasi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Mohd. Riswan menyoroti potret potensi luar biasa yang dimiliki kawasan Barat Selatan Aceh, mulai dari sektor kelautan, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga kekayaan sumber daya alam dan insani yang melimpah.
Seluruh potensi strategis tersebut, kata dia, harus dioptimalkan menjadi daya dorong atau leverage utama guna mendongkrak kemajuan daerah sekaligus mendongkrak kualitas hidup warga di kawasan pesisir barat-selatan.Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa cita-cita besar ini tidak akan bisa tercapai hanya dengan mengandalkan euforia semangat semata. Diperlukan sebuah soliditas yang kuat, perencanaan berbasis data yang akurat, komunikasi lintas sektor yang efektif, serta langkah-langkah taktis yang terukur berdasarkan koridor regulasi perundang-undangan yang berlaku.
Oleh karena itu, konsolidasi ini diharapkan mampu menjadi titik pijak krusial bagi seluruh elemen untuk menyamakan frekuensi, memperkuat koordinasi, serta merapatkan barisan perjuangan. Segala dinamika atau perbedaan pandangan yang ada di tengah jalan hendaknya dikelola secara bijak melalui ruang musyawarah mufakat demi mengutamakan kepentingan bersama di atas segalanya.
Menutup pandangannya, Mohd. Riswan berpesan agar seluruh rangkaian ikhtiar ini senantiasa dikawal dalam koridor yang damai, demokratis, bermartabat, serta konstitusional. Dengan strategi yang terukur dan niat yang tulus, ia optimistis masyarakat Aceh Barat Selatan ke depan akan dapat menikmati pemerataan kue pembangunan, pelayanan publik yang kian prima, serta masa depan ekonomi yang jauh lebih cerah” Imbuh Moris.













