KUTACANE/Tribuneindonesia.com
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membangun jalan darurat yang menghubungkan Natam (Kecamatan Badar) dengan Tanjung (Kecamatan Darul Hasanah). Langkah cepat ini diambil untuk membuka kembali akses warga di dua kecamatan tersebut setelah jalan utama hanyut disapu arus Sungai Alas beberapa pekan lalu.
Selama akses jalan terputus, pejalan kaki dan pengendara roda dua terpaksa mengantre di jembatan gantung alternatif seperti Titi Gantung Natam-Tanjung dan jembatan Kumbang Jaya-Gulo. Sementara itu, pengguna kendaraan roda empat harus memutar jauh hingga 15–20 kilometer melewati jembatan rangka baja Lawe Penanggalan atau jembatan Silayakh. Jumat 23 Oktober 2026.
Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli Desky, S.T., menjelaskan bahwa sebelum membentuk badan jalan baru, pihaknya terlebih dahulu memasang tanggul darurat. Pemasangan tanggul ini berfungsi untuk mengantisipasi agar arus Sungai Alas tidak kembali mengikis jalan yang sedang diperbaiki.
Pemkab juga telah menurunkan beberapa unit alat berat ke lokasi proyek.
Melalui aksi gotong royong antara pemerintah dan masyarakat Kecamatan Darul Hasanah, perbaikan jalan darurat kini mulai membuahkan hasil. Kendaraan sudah dapat melintas dengan normal meskipun harus bergantian demi menghindari antrean yang terlalu panjang.