BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Malikussaleh resmi mengeluarkan peringatan dini siaga cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Aceh. Fenomena alam ini diprediksi akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, terhitung mulai tanggal 19 hingga 21 Oktober 2026.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang. Peningkatan aktivitas konvektif yang signifikan ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Rossby Ekuatorial dan Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di wilayah Aceh. Kondisi tersebut diperkuat oleh adanya daerah belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera, Perairan Utara, dan Timur Aceh yang menambah kandungan uap air di atmosfer.
Berdasarkan data dari BMKG, wilayah Kabupaten Bireuen dan sekitarnya menjadi salah satu area yang masuk dalam zona waspada selama tiga hari penuh. Selain Bireuen, beberapa wilayah lain seperti Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Tengah, hingga Sabang juga mengalami potensi cuaca serupa dengan sebaran wilayah yang dinamis setiap harinya.
Menanggapi peringatan ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Ir. Marwan, S.T., M.T., meminta masyarakat dan instansi terkait untuk segera melakukan tindakan cepat guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir luapan, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta untuk selalu memantau debit air secara berkala. Sementara itu, para pengguna jalan diimbau menghindari berteduh di bawah pohon yang rawan tumbang atau papan reklame saat hujan angin melanda. Masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi cuaca resmi melalui aplikasi infoBMKG atau saluran komunikasi resmi BMKG Malikussaleh demi mengutamakan keselamatan bersama.














