BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen bersama manajemen sekolah menggelar rapat evaluasi komprehensif terkait perkembangan siswa dan operasional program unggulan Islamic Boarding School di UPTD SMP Negeri 2 Bireuen. Evaluasi ini difokuskan pada sinkronisasi kurikulum akademik nasional, progres program keagamaan, serta manajemen kenyamanan lingkungan asrama bagi para siswa. Minggu 18 Oktober 2026
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Bireuen, Azhari, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Dinas Pendidikan terus berkomitmen melakukan pengawasan mutu secara ketat. Menurutnya, evaluasi ini penting guna memastikan investasi pendidikan dari pemerintah daerah benar-benar mampu melahirkan output berupa generasi muda yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki karakter Qurani. Pihak dinas secara berkala memantau pemenuhan standar fasilitas penunjang serta kualitas pengajaran di lingkungan sekolah berasrama pertama tingkat SMP negeri di Bireuen ini.
Kepala UPTD SMPN 2 Bireuen, Ibrahim Harun, S.Pd., M.Sm., memaparkan laporan perkembangan para siswa. Pihaknya mencatat adanya peningkatan signifikan pada kedisiplinan dan kemandirian siswa laki-laki yang dibina di asrama. Dari sisi akademik, keterpaduan jadwal belajar formal di pagi hari dan pendalaman agama di malam hari dinilai sudah berjalan seimbang. Ibrahim menambahkan bahwa sinergi pengawasan antara guru di kelas dan pembina asrama menjadi kunci utama terjaganya motivasi belajar anak-anak agar tidak mengalami kejenuhan.
Sementara itu, para pengasuh boarding school (Ustaz/Musyrif) yang mengawal aktivitas siswa selama 24 jam melaporkan capaian target keagamaan khusus. Program unggulan seperti tahfiz Al-Qur’an dan kajian dasar kitab kuning menunjukkan grafik perkembangan yang positif. Para pengasuh memfokuskan pemantauan pada pembiasaan ibadah praktis berjamaah, pembentukan akhlak asrama, serta pendampingan psikologis bagi siswa baru agar dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan mandiri yang jauh dari orang tua.
Melalui evaluasi bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk terus meningkatkan kualitas sarana prasarana asrama, pemenuhan gizi katering siswa, serta memperkuat komunikasi berkala dengan wali santri guna menyelaraskan pola asuh saat siswa kembali ke rumah.













