TribuneIndonesia.com I Batang Kuis-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Deli Serdang, dr. Dewi Fitriana, M.Kes, memaparkan peran dan tujuan kegiatan reses sekaligus menyampaikan sejumlah program pemberdayaan masyarakat serta evaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Reses I Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Rabu 23 September 2026.
dalam pemaparannya, Dewi Fitriana menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota dewan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta menyampaikan pelaksanaan tugas dan program kerja sesuai bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
Sebagai anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dewi memiliki ruang lingkup tugas yang mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kepemudaan dan olahraga, pemberdayaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, keluarga berencana, perpustakaan dan arsip daerah, serta bidang mental, spiritual, keagamaan, dan kebudayaan.
menurut Dewi, pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada potensi dan kegiatan produktif yang berkembang di setiap wilayah, termasuk Kecamatan Batang Kuis, khususnya Desa Bintang Meriah. ia mencontohkan kegiatan kerajinan masyarakat yang berpotensi dikembangkan melalui pendampingan dan dukungan pemerintah.
Kalau ada kegiatan pemberdayaan di daerah, misalnya pengerajin yang ada di Kecamatan Batang Kuis, khususnya Desa Bintang Meriah, kita bisa membantu dan turun langsung untuk memberdayakan kerajinan tersebut. harapannya, masyarakat memiliki kegiatan yang tepat dan dapat membantu perekonomian keluarga,” ujar Dewi dalam pemaparannya. Selain pemberdayaan masyarakat, Dewi Fitriana turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut memiliki tujuan yang baik dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi pelaksanaannya tetap perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait kualitas makanan, kesesuaian menu, dan potensi kontaminasi makanan.
Dewi menjelaskan, program MBG merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. menurutnya, apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program, evaluasi perlu diarahkan pada pengelolaan dapur penyedia makanan.
Program MBG yang digagas Bapak Prabowo sangat bagus dan tidak salah. Kalau ada yang perlu disalahkan, itu pengelolaan dapurnya, karena mereka yang mengelola. Dana untuk pembelian bahan sudah ditransfer dari pusat, jadi kalau ada persoalan, perlu dilihat pada pengelolaan dapurnya,” jelas Dewi.
Dewi juga menekankan manfaat program MBG bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, termasuk daerah pedalaman Papua. menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan akses di sejumlah wilayah membuat pemenuhan kebutuhan gizi melalui program tersebut menjadi penting bagi masyarakat.
MBG ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di pedalaman, seperti Papua. Daerahnya jauh dan aksesnya terbatas, sehingga makanan seperti ini sangat penting untuk memenuhi asupan gizi masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Dewi menyampaikan bahwa kegiatan reses memiliki peran penting dalam menjelaskan pelaksanaan tugas anggota dewan kepada masyarakat. melalui pertemuan langsung, masyarakat dapat mengetahui arah kerja dan program yang menjadi perhatian wakil rakyat selama masa jabatan. Kegiatan reses juga menjadi ruang untuk untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat serta mengidentifikasi potensi pemberdayaan yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah.
Reses I Tahun Sidang 2026–2027 di Desa Bintang Meriah tersebut dihadiri Kepala Desa Bintang Meriah, H. Kasiman, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bintang Meriah. Kehadiran masyarakat Desa Bintang Meriah turut memberikan suasana interaktif dalam kegiatan yang menjadi sarana pertemuan antara anggota DPRD Sumatera Utara dan warga setempat.(Ilham Gondrong)















