Kepsek SDN Padaherang 3 Akui Program Revitalisasi Dipangkas Oknum Aspirasi Dewan Gerindra

- Editor

Kamis, 17 September 2026 - 13:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang-Baten | Tribuneindonesia.com – – Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah jumlah sekolah penerima program revitalisasi sebanyak 60 ribu sekolah pada 2026. Habib menilai kebijakan tersebut sangat tepat dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak gedung sekolah di berbagai daerah yang rusak dan tidak layak untuk menunjang proses belajar-mengajar.

Cukup jelas tujuan dan harapan pemerintah pusat untuk mensejahterakan semua seolah di iNamun hal ini berbeda dengan dengan sekolah dasar negri Padaherang 3 yang saat ini lagi melaksanakan pembangunan anggaran Revitalisasi yang anggaranya sangat pantastis mencapai Rp.1.118.599.900.00; (satu milyar seratus delapan belas juta lima ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus rupiah)

Sementara penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi ini merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak, bahkan membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Namun fakta dilapangan banyaknya sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan Revitalisasi banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan seperti tidak sesuai spesifikasi dalam pelaksanaanya .
Salah satu contoh di SDN 3 padaherang, dalam pekerjaannya diduga asal-asalan seperti menggunakan pasir lokal (pasir kali Ciliman) yang sangat diragukan kwalitasnya terlihat campur lumpur, juga terlihat pemasangan atap atau rangka baja tidak adayang di ganti hanya atap saja dengan plapon.selain itu juga parapekerja terpantau awaledia tidak ada yang menggunakan sapety (APD) menurut saka satu karyawan atau pekerja APD tidak disiapkan bahkan menurut pengakuannya meminta kepada pihak sekolah(kepsek) suruh cari sendiri. Tambahnya.

” Saya juga sebagai kuli harian pak, dan kami juga sudah meminta kepada kepala sekolah namun kata kepala sekolah yang punya dirumah pake aja,, kalau tidak punya ga usah pake ini bukan di kota, kata kepala sekolah seperti itu pak” jelasnya .Rabu 17 /09/2026.

Kepala sekolah SDN padaherag 3 sudah jelas dengan sengaja mengabaikan K3 dan dalam aturan sudah jelas dilanggar itu salahsatunya, ditambah banyak matrial terutama rangka baja yang tidak di perbarui alias memakai barang bekas,padahal sudah jelas pemerintah pusat sudah menganggarkan rehabilitasi sekolah total, namun faktanya demi merau keuntungan pribadi diamemilih menggunakan matrial bekas.kwtika di konfirmasi via WhatsApp dirinya mejelaskan.

” haha, juragan hapunten, revit padaherag 3 diantaranya yakni rehabilitasi kelas ti kls 1-kls-6,.adapun rangka baja eta sipatna reposisi, sadayana pengerjaan Kana arahan konsultanbail perencana maupun pengawas,.anjeuna anu membuat gambar aranjeuna nu ngintruksiken, kami dibawah melaksanakan, Komo abdi mah juragan jalmi awam nu tacan gaduh pengalaman suwung ku panemu auda ku panganisa,taraptiati ati lelengkahan teh nete Taraje nincak hambalan teu sakama kama teu sagawayah, kami selaku P2SP anu paling sieun mah sabab dana nudi alokasikeun teh dana Nagara anu sangat beresiko Komo abdi sare geh can Pati tibra selaku penanggungjawab, jadi kepsek nageh nembe 6sasih, makana kami moal sembarangan tanpa adanya bimbingan dan arahan konsultan (perencana & pengawas) abdi sadayana yuhunkeun doana sangakam ieu program pemerintah tentang Revitalisas SD sukses sesuai harapan” kilahnya via WhatsApp.

Baca Juga:  Satpol PP-WH Aceh Tengah Gelar Patroli Edukatif: Tertibkan Pelajar yang Bolos Sekolah

Diwaktu yang bersamaan pihak panitia pelaksana pembangunan Revitalisasi SDN Padaherang 3 termasuk komite yang enggan disebutkan namanya, mengaku tidak dioungsikan. Cuma dipekerjakan sepebiqsa halnya kuli harian,dalam paktanya tidak dioungsikan. Secara aturan yang telah di tetapkan.

” Saya tidak tau apa-apa pa cuma saya dengan komite hanya kerja saja, bahkan kemarin pun saya minta kasbon pribadi untuk kebutuhan acara maulid nabi Muhammad Saw ” terangnya singkat.

Kepala sekolah SDN padaherag 3 juga mengatakan bahwa datanya bantuan Revitalisas ini tidak semata-mata datang sendiri tanpa adanya pengajuan terlebih dahulu, bahkan Menurutnya anggaran senilai satu milyar lebih itu sudah berkomitmen dengan oknum aspirasi dewan, dan anggaran tersebut dipangkas sebanyak 30% lebih, dari nilai anggaran.k3tika ditanya berapa yang diberikan kepada tim oknum aspirasi dewan Gerindra, sebelum menjawab dirinya menarik nafas panjang terlebih dulu.

” Yah begitulah pak, bahkan lebih dari 30% bahkan lebih” imbuh, kepsek.

Ketika dipertanyakan apakah nilai yang di pangkas oleh oknum aspirasi dewan senilai 400 jutaan, kepsek pun menjawab “ah begitulah”

Sujana Haris sebagai ketua DPAC BPPKB kecamatan Angsana sudah menduga adanya praktik pungli di program revitalisasi sekolah, bahkan kata jana, bukan hanya SDN Padaherang 3 saja SD yang lainya pun sama dan semua itu sudah saya kantongin datanya.

Kata jana, saya akan menemui konsultan sejauh mana dia dalam pengawasannya . Dalam waktu dekat saya akan berkirim surat untuk melakukan audensi dengan pihak pengawas, kepala sekolah dan pengawas dari pihak sekolah termasuk kormin. “Pungkas ketua DPAC BPPKB HDS Kecamatan Angsana, yang juga ahli dibidang pembangunan.

Semetara pihak yang disebut-sebut kepala sekolah urusan aspirasi dewan ada beberapa orang guru yang datang ke setiap sekolah untuk menagih komitmen Aspri yang 30%.
Sampai berita ini tayang ketiga oknum guru tersebut belum bisa dimintai keterangan.

(Red_Team)

Berita Terkait

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut
Dulu Hanya Duduk Menyaksikan Pendeta Berkhotbah, kini Ia Berdiri Di Mimbar Yang Sama.”
Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan
Sinergi Cegah TPPO: YKYU dan Pemkot Bitung Perketat Pengawasan Pelabuhan
Usai Dilaporkan ke Propam, Penyidik Polrestabes Medan Inisial E Hubungi Ketua GRPK: “Kok Bisa Sampai Begini, Bang?”
Polemik Pengadaan Jilbab Deli Serdang, LITPK Sumut Minta Pemeriksaan Fokus pada Proses Pengadaan
DPRK dan Polres Raja Ampat Perkuat Sinergitas, Taufik Sarasa: Kerja Sama Harus Berdampak bagi Masyarakat
Ketua DPW PAN Syafruddin Bantu Anak Yatim dari Batanta Dapatkan Perawatan Medis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:39

Darurat Bom Ikan di Raja Ampat, Tozie Saleo Tantang BLUD Libatkan 117 Kampung Jadi Mata dan Telinga Laut

Kamis, 17 September 2026 - 08:20

Pengawasan Kawasan Konservasi Raja Ampat Disorot, Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan

Kamis, 17 September 2026 - 07:41

Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milan KE-60 KAHMI

Kamis, 17 September 2026 - 07:18

Perkuat Fasilitas Kesehatan, Pangdam IX/Udayana Resmikan Ruang Rawat Inap Sandat Rumkit Tk. II Udayana

Rabu, 16 September 2026 - 15:09

DPRK dan Polres Raja Ampat Perkuat Sinergitas, Taufik Sarasa: Kerja Sama Harus Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 08:34

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pencurian Kabel PT Mark Dynamics di Tanjung Morawa

Selasa, 15 September 2026 - 07:06

ANTISIPASI KECELAKAAN DAN PELANGGARAN LALU LINTAS, POLRES BIREUEN GELAR PATROLI DAN PAM DI JEMBATAN KUTA BLANG

Senin, 14 September 2026 - 12:42

Masyarakat Raja Ampat Kecam Dugaan Penangkapan Penyu oleh WNA Menggunakan Senapan

Berita Terbaru

Sosial

Serunya Sudaryono Makan MBG Bareng Siswa di Kupang

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:48