Dispora FC Terancam Sanksi Rp90 Juta, Mainkan 12 Pemain

- Editor

Senin, 14 September 2026 - 06:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Binjai-Laga penentuan juara Grup B Piala Soeratin U-17 Sumatera Utara antara Dispora FC dan Binjai City SC di Lapangan Spobda Sumut, Minggu pada Minggu 13 September 2026 berujung polemik.

Dispora FC yang meraih kemenangan 3-2 atas Binjai City SC disorot setelah diduga memainkan 12 pemain secara bersamaan di lapangan. Kondisi tersebut kemudian diprotes manajemen Binjai City SC dan menjadi persoalan serius dalam pertandingan yang menentukan posisi kedua tim menuju babak semifinal.

Sebelum laga, kedua tim sama-sama mengoleksi sembilan poin. Pertandingan pun berlangsung dalam tempo tinggi karena kemenangan menjadi penentu posisi puncak Grup B.

Persoalan mencuat ketika perangkat tim Binjai City SC mendapati jumlah pemain Dispora FC di lapangan diduga mencapai 12 orang. Manajemen Binjai City kemudian melakukan pengecekan dan menyampaikan protes kepada perangkat pertandingan.

Kejadian tersebut memunculkan pertanyaan terhadap kinerja perangkat pertandingan, terutama dalam pengawasan pergantian pemain. Pasalnya, kelebihan jumlah pemain berlangsung ketika pertandingan resmi sedang berjalan.

Seorang pengamat sepak bola yang menyaksikan langsung pertandingan menilai peristiwa tersebut menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengawasan pertandingan.

Lucu saja lihatnya, kok bisa terjadi hal ini. Mungkin di dunia baru di Kota Binjai hal ini terjadi, dan ini dapat mencoreng nama baik PSSI,” ujarnya. Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

menurutnya, ketentuan mengenai pemain tidak sah telah diatur dalam regulasi PSSI. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada konsekuensi berupa kekalahan, pengurangan tiga poin serta sanksi finansial.

Baca Juga:  Semarak MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya: 73 Stand Bazar Resmi Beroperasi, Gairahkan Ekonomi Rakyat

Dispora FC secara aturan itu sudah dapat dikenakan sanksi, mulai dari pemotongan tiga poin, membayar denda, dan dinyatakan kalah,” katanya.

Sementara itu, Match Commissioner Ginan Nugroho memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Menurutnya, persoalan bermula ketika instruksi pergantian pemain tidak terdengar oleh pemain yang seharusnya keluar dari lapangan.

Instruksi tersebut kemudian disampaikan melalui pengeras suara menggunakan mikrofon stadion.

Binjai City Tuntut Sanksi Tegas

Manajer Binjai City SC, Ferdy Yupa, menilai kejadian tersebut telah mencederai prinsip fair play dalam pertandingan.

apapun alasannya, bermain dengan 12 orang di lapangan adalah bentuk ketidakjujuran dalam sepak bola. Kami sangat menyayangkan kelalaian ini,” tegas Ferdy saat dihubungi melalui WhatsApp.

Manajemen Binjai City SC pun meminta Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Utara mengambil tindakan tegas terhadap Dispora FC sekaligus mengevaluasi perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga tersebut.

Binjai City bahkan menyatakan sikap keras. Jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti, manajemen mengancam menarik diri dari seluruh kompetisi resmi di Sumatera Utara, termasuk Piala Soeratin dan Liga 4.

Kini, polemik tersebut menunggu keputusan otoritas sepak bola terkait. jika pelanggaran pemain tidak sah terbukti berdasarkan regulasi dan hasil pemeriksaan resmi, Dispora FC berpotensi menghadapi konsekuensi pertandingan dan sanksi finansial sebagaimana ketentuan yang berlaku.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Tiga Tahun Tanpa Kepastian, GRPK Adukan Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik Harda ke Propam Polresta Deli Serdang
Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola
​JPK Kotamobagu Segel Gelar Kampiun Piala Joune Ganda 2026, Bitung Tembus Empat Besar
Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik
“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Tembus Gelombang Demi Warga Terluar! Dinkes Simeulue Bawa Dokter Spesialis Tepat ke Jantung Pulau Teupah
Keluarga Sawoy Bongkar Riwayat Pengakuan Richard: “Sudah Diangkat Sejak 2009, Bukan Karena IPDN”
“DDS Tahap I 2025, Rehab Jembatan Wejim Timur Baru Dikerjakan 2026: Warga Minta Inspektorat Turun!”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 05:18

Kapolres Bireuen Hadiri Kegiatan MASA Ta’aruf Dan Baitul Aqamr Mahasiswa Baru UMMAH

Senin, 14 September 2026 - 04:48

Kapolsek Peudada Saweu Sikula SMAN 1 Negeri Peudada dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja hingga judi online

Senin, 14 September 2026 - 04:06

Wakil Bupati Bireuen Bertindak Sebagai Pembina Uacara Pada Peringatan HAORNAS KE-43 Tahun 2026

Minggu, 13 September 2026 - 14:30

Siapkan Mesin Politik Jelang Pemilu 2029, Partai Indonesia Terang Gelar Konsolidasi Nasional

Minggu, 13 September 2026 - 12:56

Tiket Sorong–Waisai Diduga Dikenai Tambahan Rp12 Ribu, DPRK Raja Ampat Didesak Memanggil Pengelola

Minggu, 13 September 2026 - 03:22

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:57

HRD Buka PKM di Pidie Jaya, Dorong Penguatan Masyarakat Pascabencana

Sabtu, 12 September 2026 - 06:10

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Ir Tedy Rizalihadi S MM Buka Lomba Tembak Piala Panglima TNI Wakasau Buka Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

Berita Terbaru

Headline news

Dispora FC Terancam Sanksi Rp90 Juta, Mainkan 12 Pemain

Senin, 14 Sep 2026 - 06:50