SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 07:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Akta kelahiran dan akte kematian kini hendak dipindahkan lebih dekat ke tempat warga berhadapan dengan peristiwa kelahiran dan kematian fasilitas kesehatan. Gagasan itu dituangkan melalui Sistem Integrasi Administrasi Kependudukan melalui Fasilitas Kesehatan atau SIAP SEHAT, yang diluncurkan di Aula RSU Sembiring, Kecamatan Deli Tua pada 12 September 2026.

Bagi warga, perubahan itu tampak sederhana. Setelah bayi lahir, data kependudukan diproses melalui fasilitas kesehatan mitra. Ketika seseorang meninggal, data kematian juga dapat diproses dari tempat yang sama. urusan yang sebelumnya identik dengan perjalanan ke pusat layanan administrasi kini diarahkan mengikuti alur pelayanan kesehatan.namun, SIAP SEHAT membawa urusan yang lebih besar ketimbang penerbitan dua jenis akta.

Data kelahiran dan kematian merupakan pintu masuk bagi berbagai layanan negara. Kesalahan atau keterlambatan pencatatan dapat merembet ke dokumen kependudukan, kepesertaan jaminan kesehatan, sampai persoalan pembayaran iuran.

dr H Asri Ludin Tambunan mengatakan sistem itu dirancang untuk memangkas jarak pelayanan. Warga yang tinggal jauh dari Lubuk Pakam, termasuk wilayah Gunung Meriah, STM Hulu dan Sibolangit, diharapkan tidak perlu menempuh perjalanan panjang hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.

Pelayanan bukan hanya soal membangun fasilitas, tetapi bagaimana mendekatkan dan mempermudah layanan sampai kepada masyarakat. SIAP SEHAT mempersingkat jarak sekaligus membuat pelayanan lebih cepat, mudah dan akuntabel,” ujarnya.

di balik kemudahan tersebut terdapat persoalan administrasi yang selama ini kerap luput dari perhatian, bagaimana memastikan satu peristiwa kependudukan langsung mengubah data pada berbagai sistem yang berkaitan.

SIAP SEHAT dirancang menghubungkan data fasilitas kesehatan dengan administrasi kependudukan serta kepesertaan BPJS. artinya, kelahiran tidak berhenti sebagai catatan medis. begitu pula kematian tidak berhenti sebagai catatan rumah sakit.

bagi peserta PBI BPJS, ketepatan waktu menjadi penting. Kelahiran yang terlambat tercatat dapat membuat seorang bayi tertunda memperoleh hak administratif. Sebaliknya, kematian yang tidak segera masuk ke sistem berpotensi membuat status kepesertaan tetap tercatat aktif.

Baca Juga:  Bupati Deli Serdang Turun Tangan Bongkar Billboard Ilegal di Arteri Kualanamu

jangan sampai masyarakat yang baru lahir terlambat mendapatkan haknya karena datanya belum terdaftar. Begitu juga jangan sampai iuran tetap dibayarkan untuk peserta yang sudah meninggal. Sistem ini kita bangun agar persoalan seperti itu tidak terjadi lagi,” kata Asri.

di sinilah ukuran keberhasilan SIAP SEHAT tidak berhenti pada saat aplikasi atau sistem diluncurkan. Persoalan sesungguhnya berada pada pelaksanaan apakah seluruh faskes mitra mampu memasukkan data secara benar, apakah petugas memahami prosedur, serta apakah data yang dikirim benar-benar diterima dan diperbarui oleh sistem administrasi terkait.

Asri Ludin Tambunan meminta pengawasan dilakukan secara berkala. Seluruh faskes mitra dituntut menerapkan sistem tersebut sekaligus memenuhi ketentuan pelayanan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan agar kemudahan administrasi tidak menggeser perhatian terhadap mutu pelayanan kesehatan. Faskes tetap harus memenuhi standar, termasuk kemampuan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan.

antara hak dan kewajiban harus seimbang. Kita ingin faskes berkembang, tetapi pelayanan dan kemampuan tenaga kesehatannya juga harus memenuhi standar. Pada akhirnya, semua ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

SIAP SEHAT akhirnya berhadapan dengan dua ukuran sekaligus. Pertama, seberapa cepat akta kelahiran dan kematian diterbitkan. Kedua, seberapa akurat data tersebut bergerak dari fasilitas kesehatan menuju sistem kependudukan dan jaminan kesehatan. jika salah satu mata rantai tersendat, kemudahan yang ditawarkan bisa kembali berubah menjadi urusan administratif yang panjang.

Peluncuran di RSU Sembiring menjadi awal penerapan sistem tersebut. Pengawasan berikutnya akan menentukan apakah SIAP SEHAT benar-benar memangkas birokrasi atau hanya memindahkan loket pelayanan ke fasilitas kesehatan.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik
Wisuda ATDS dan Bayang-bayang Pengangguran
Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir
Jalan Provinsi Longsor di Tiga Juhar, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur
Pemkab Deli Serdang Siapkan Pasokan Sampah untuk PSEL Medan Raya
Maulid Nabi di Patumbak Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga
PAS KALI Diluncurkan, Keluarga Pasien Dapat Pendampingan dan Bantuan
“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:03

SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit

Minggu, 13 September 2026 - 04:59

Dugaan Penggunaan Batu Karang dan Pasir Laut dalam Proyek TK di Simeulue Disorot Publik

Sabtu, 12 September 2026 - 10:47

Bupati Deli Serdang Tebar 10 Ribu Benih Ikan Mas di STM Hilir

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18

Jalan Provinsi Longsor di Tiga Juhar, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur

Sabtu, 12 September 2026 - 10:05

Pemkab Deli Serdang Siapkan Pasokan Sampah untuk PSEL Medan Raya

Sabtu, 12 September 2026 - 00:46

Maulid Nabi di Patumbak Hadirkan Layanan Gratis untuk Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 00:26

PAS KALI Diluncurkan, Keluarga Pasien Dapat Pendampingan dan Bantuan

Jumat, 11 September 2026 - 22:53

“Waiwo Diburu, Tahura Ditantang Dibuka! Warga: Jangan Ada Aset Pemda yang ‘Kebal’ Disentuh”

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

SIAP SEHAT dan Urusan Akta dari Rumah Sakit

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:03