Dewan Diberi Segalanya, Guru Diabaikan — Di Mana Letak Kemajuan Bangsa?

- Editor

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

12 Agustus 2026

Bangsa ini sanggup memberikan gaji besar, tunjangan berlimpah, dan segala kemudahan bagi mereka yang duduk di dewan. Alasannya sederhana: mereka bekerja keras, mereka memikul tanggung jawab, mereka berhak dihargai. Rabu 12 Agustus 2026

Pertanyaannya satu: kemajuan yang signifikan di mana? Kalau mereka bekerja keras dan sudah dibayar besar, mengapa negeri ini makin penuh dengan penderitaan? Mengapa rakyat semakin susah? Mengapa guru yang membangun fondasi bangsa justru diabaikan dan dibiarkan berjuang sendiri?

Inilah kesalahan fatal yang terjadi: pemimpin lebih dulu memikirkan kesejahteraan mereka yang duduk di dalam ruangan, dan baru di akhir — atau bahkan tidak sama sekali — memikirkan mereka yang berdiri di barisan terdepan mendidik anak-anak bangsa.

Masyarakat tidak bodoh. Mereka melihat dengan mata sendiri:

– Gaji dan tunjangan dewan dinaikkan dengan mudah, cepat, dan tanpa banyak perdebatan
– Sementara guru, yang mengajar anak-anak kita, yang membangun peradaban dari nol, harus menunggu bertahun-tahun hanya untuk dijanjikan
– Yang di dalam gedung semakin nyaman, yang di ruang kelas semakin berat bebannya
– Yang seharusnya membangun justru semakin tertinggal, sementara yang seharusnya melayani semakin sejahtera sendiri

Kalau bekerja keras berhak dibayar besar — maka guru adalah yang paling berhak menerimanya. Mereka bekerja setiap hari, mendidik, membentuk karakter, mencerdaskan kehidupan bangsa — sering kali dengan fasilitas seadanya dan penghasilan yang tidak sebanding dengan pengorbanannya.

Baca Juga:  ​Lewat Momentum MPLS, Satlantas Polres Bitung Bentengi Pelajar dari Kenakalan Remaja dan Narkoba

Negara ini tidak miskin. Negara ini hanya salah membagi perhatian. Uang ada, kekayaan ada, sumber daya ada — hanya saja prioritasnya terbalik. Yang di atas diberi lebih, yang di dasar dilupakan. Padahal bangsa ini tidak akan berdiri tegak di atas kemewahan dewan — bangsa ini berdiri tegak di atas kualitas pendidikan dan kesejahteraan gurunya.

Kalau dewan benar-benar bekerja keras untuk rakyat, buktinya harus terlihat di mana-mana: sekolah yang layak, guru yang sejahtera, rakyat yang tidak lagi kesusahan. Bukan sebaliknya — semakin banyak yang menerima besar, semakin banyak rakyat yang menderita.

Sudah saatnya kita berani berkata dengan jujur: balikkan urutannya. Sejahterakan dulu mereka yang membangun masa depan, baru berikan yang lain. Karena bangsa yang mendahulukan kenyamanan penguasa di atas kebutuhan rakyatnya — seberapa kaya pun ia, seberapa besar pun ia — akan perlahan namun pasti kehilangan arah, dan akhirnya runtuh dari dalam.

Bila hal ini tidak segera diputuskan dengan cepat, baik, dan bijaksana — bila kenaikan gaji yang besar dan layak bagi guru terus ditunda-tunda — maka bangsa ini hanya akan menjadi catatan cerita dalam sejarah. Tidak akan pernah ada kemajuan yang berarti, dan selamanya kita akan berjalan di belakang bangsa-bangsa lain yang lebih berani dan lebih sadar kepada apa yang menjadi fondasi kemajuan mereka.

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi
Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bula
APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar
Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Kebakaran Mengganas, Fraksi Demokrat Desak Bupati Siapkan Anggaran Tanggap Darurat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 11:08

Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

Senin, 28 September 2026 - 07:57

APBD Perubahan Raja Ampat Tembus Rp1,27 Triliun, Belanja Naik Rp134 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 04:58

Kebakaran Mengganas, Fraksi Demokrat Desak Bupati Siapkan Anggaran Tanggap Darurat

Senin, 28 September 2026 - 04:31

Bangun Ekosistem Rantai Pasok SPPG, Polda Metro Jaya Dorong Lapangan Kerja di Muara Gembong

Senin, 28 September 2026 - 03:48

Rp800 Miliar Digelontorkan! Jembatan Layang Enang-Enang Segera Dibangun, Wajah Infrastruktur Bener Meriah Bakal Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 18:38

Puluhan Titik Api Kepung Waisai, Empat Pulau Besar Raja Ampat Mulai Terancam Kebakaran

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Senin, 28 Sep 2026 - 12:21