Bitung | Tribuneindonesia.com – Lahan kosong seluas 200 x 50 meter di pinggiran Jalan Tol KM 26.600, Kelurahan Tendeki, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung mendadak terbakar, Minggu (09/08/26).
Insiden yang melahap hamparan ilalang kering tersebut berawal sekitar pukul 17.20 WITA dan berpotensi meluas jika tidak segera mendapat penanganan.
Menyikapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Bitung langsung mengoperasikan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) menuju lokasi kejadian.
Kabag Ops Polres Bitung AKP Novri Sadia memimpin secara langsung pengerahkan armada taktis tersebut guna memadamkan kobaran api yang kian membesar.
Aksi tanggap darurat kepolisian ini menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem fenomena El Nino yang melanda wilayah Bitung.
Petugas kepolisian bahu-membahu bersama Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Pemadam Kebakaran yang menerjunkan dua unit mobil pemadam ke titik api.
Sinergi antar-instansi tersebut membuahkan hasil manis setelah tim gabungan berhasil mengendalikan serta memadamkan seluruh kobaran api pada pukul 18.00 WITA.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Novri Sadia, S.Sos., S.H, menegaskan komitmen jajarannya untuk selalu siaga merespons setiap potensi bencana di wilayah hukumnya.
Tak hanya, AKP Novri Sadia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, serta kesadaran masyarakat dalam mencegah bahaya karhutla.
“Kami mengapresiasi sinergi dengan Damkar Pemkot Bitung. Yang terpenting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,”
tambahnya, Sabtu (08/08)
Tim gabungan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara petugas terus memantau area hingga pukul 18.15 WITA untuk mencegah munculnya titik api baru.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti munculnya api, sembari mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran lahan. (kiti)



















