Bekasi/Tribuneindonesia.com
Dunia berubah berputar begitu cepat, seakan berkejaran dengan waktu. Segala sesuatu berganti rupa dalam sekejap mata, membawa kemudahan sekaligus gempar yang tak terduga. Namun di tengah derasnya arus zaman, sungguh sangat ironis melihat banyak manusia justru makin betah terbuai oleh kenyataan palsu, tenggelam dalam kesibukan yang tampak hebat namun sejatinya kosong dan sia-sia. Rabu 5 Agustus 2026
Kita berlari mengejar bayang-bayang, namun lupa ke mana sebenarnya kita melangkah. Kita sibuk memburu jabatan, kekuasaan, dan kemewahan sesaat, seolah semuanya itu akan abadi selamanya. Padahal kita enggan belajar dari sejarah, dan mengabaikan pesan-pesan berharga yang pernah ditinggalkan para pendahulu dan pahlawan bangsa ini.
Lihatlah contoh nyata dari Peradaban Romawi yang dulunya begitu perkasa, menguasai wilayah sangat luas, kaya raya, dan ditakuti. Namun ia runtuh bukan karena kalah kekuatan senjata dari luar, melainkan karena di dalam negerinya sendiri para penguasa sibuk berebut kekuasaan, hidup berlebih-lebihan, melupakan keadilan, dan rakyat terbuai kemewahan semu hingga lupa menjaga persatuan. Akhirnya kejayaan besar itu lenyap begitu saja tinggal cerita.
Maka ketahuilah, bangsa ini bila tidak mau belajar, tidak menegakkan keadilan, dan gagal membangun kesejahteraan yang nyata bagi rakyat di seluruh pelosok daerah, maka nasibnya pun kelak akan sama persis dan hanya akan tercatat seperti sejarah peradaban kuno yang sudah musnah.
Janganlah kita takut menghadapi perubahan dunia, namun takutlah jika kita berubah menjadi orang yang kehilangan arah dan nurani. Mari kita berhenti sejenak, merenung kembali, agar kita tidak sekadar ikut terbawa arus yang kelak akan lenyap tanpa jejak.



















