Jakarta – tribuneindonesia.com acana penyaluran anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transfer langsung ke rekening atau ATM masing-masing siswa mulai mendapat sorotan. Usulan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota DPR sebagai alternatif agar pelaksanaan program lebih sederhana, efisien, dan transparan.
Dalam usulan tersebut, setiap siswa akan memiliki rekening atau kartu ATM khusus sebagai sarana penyaluran dana bantuan. Dana yang diusulkan sebesar sekitar Rp15 ribu per hari ditransfer langsung kepada penerima, sehingga diharapkan dapat mengurangi rantai birokrasi, biaya operasional, serta persoalan teknis dalam penyediaan makanan.
Pendukung usulan ini menilai mekanisme transfer langsung dapat meminimalkan potensi kebocoran anggaran dan mempermudah proses pengawasan. Selain itu, pemerintah tidak perlu lagi mengelola distribusi makanan secara langsung maupun menanggung beban administrasi dan tenaga kerja dalam skala besar.
Namun demikian, usulan tersebut juga memunculkan berbagai tanggapan. Sejumlah pihak menilai konsep ini masih perlu dikaji secara menyeluruh. Mereka mengingatkan bahwa tujuan utama Program MBG bukan hanya memberikan bantuan dana, tetapi juga memastikan setiap siswa benar-benar memperoleh makanan bergizi sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pengamat kebijakan publik juga menilai apabila dana diberikan secara langsung, perlu ada mekanisme pengawasan agar bantuan benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan tidak dialihkan untuk keperluan lain.
Hingga saat ini, usulan tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah. Keputusan mengenai mekanisme pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berada di tangan pemerintah setelah melalui pembahasan bersama DPR dan kementerian terkait.
Masyarakat pun berharap, apa pun skema yang nantinya dipilih, tujuan utama program tetap tercapai, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dengan pengelolaan anggaran yang efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Red//Syahbudin Padank














