TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Perjalanan panjang delapan dekade Deli Serdang diperingati dengan memperkuat fondasi pembangunan daerah. Perayaan hari jadi ke-80 yang digelar di halaman Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (1/7/2026), menjadi ajang penyampaian capaian pembangunan sekaligus penegasan arah strategis menuju daerah yang sehat, maju, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Upacara peringatan tersebut dipimpin Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, sebagai pembina upacara. Kehadiran berbagai pakaian adat nusantara yang dikenakan peserta mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi karakter kuat masyarakat Deli Serdang.
Bupati Asri Ludin tampil mengenakan pakaian adat Karo, sementara Wakil Bupati Lom Lom Suwondo mengenakan pakaian adat Jawa. Perpaduan budaya tersebut menggambarkan harmonisasi masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda namun tetap berjalan dalam satu tujuan pembangunan daerah.
dalam amanatnya, Asri Ludin menegaskan bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada empat fondasi utama, yakni kesehatan masyarakat, kualitas pelayanan, pertumbuhan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.
ketika masyarakatnya sehat, pelayanan berkualitas, ekonomi tumbuh, dan lingkungan terjaga, maka sebuah daerah memiliki kekuatan untuk berkembang. Inilah yang menjadi landasan empat misi pembangunan Deli Serdang, yaitu sehat pelayananannya, sehat masyarakatnya, sehat ekonominya, dan sehat lingkungannya,” ujar Asri Ludin.
Ia menjelaskan, sepanjang satu tahun terakhir berbagai program strategis telah dijalankan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Perluasan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan konektivitas antarwilayah menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Selain itu, peningkatan investasi terus didorong melalui penciptaan iklim usaha yang lebih baik. Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembukaan peluang kerja melalui bursa kerja, serta pelatihan keterampilan menjadi langkah untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan memiliki peran penting dalam mempercepat pergerakan ekonomi. Konektivitas antarwilayah diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
namun, Asri Ludin mengingatkan masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Persatuan, kolaborasi, dan partisipasi menjadi kekuatan utama agar berbagai target pembangunan dapat diwujudkan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta warga Deli Serdang yang terus memberikan dukungan terhadap kemajuan daerah.
Pada usia ke-80 tahun, Deli Serdang juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Grand Final Putri Otonomi Indonesia Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap perkembangan daerah yang memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan wilayah di Indonesia.
Asri Ludin mengajak seluruh masyarakat menjaga keramahan, kebersihan, ketertiban, dan keamanan daerah selama rangkaian kegiatan nasional tersebut berlangsung.
usia yang matang harus tercermin dari kualitas pelayanan, disiplin, inovasi, dan hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), ia menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, disiplin, dan etos kerja. ASN diminta menjalankan tugas dengan orientasi pelayanan serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
ASN adalah pelayan masyarakat yang harus memiliki jiwa melayani, bukan dilayani. Tempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” pesannya.
Pada peringatan HUT ke-80 tersebut, berbagai capaian dan penghargaan yang diraih sepanjang periode 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026 turut dipaparkan.
Di tingkat nasional, sejumlah penghargaan berhasil diraih, antara lain penghargaan atas dukungan pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan Tahun 2026 dari Kementerian Hukum RI.
Selain itu, Deli Serdang mendapat apresiasi atas kontribusi percepatan pemulihan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dari Menteri Dalam Negeri RI.
Prestasi lainnya meliputi penghargaan Kabupaten Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI, daerah dengan skor Indeks Inovasi Daerah tertinggi di Sumatera Utara dari Kementerian Dalam Negeri, hingga capaian berbagai program imunisasi nasional.
Deli Serdang juga menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Nindya Tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, penghargaan daerah berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting, serta penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terbaik tingkat kabupaten/kota wilayah Sumatera.
Di tingkat Provinsi Sumatera Utara, sejumlah penghargaan turut memperkuat catatan prestasi daerah, di antaranya penghargaan realisasi investasi terbesar, Taxpayer Awards 2026, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah Tahun Anggaran 2025 dari BPK Perwakilan Sumatera Utara.
Deli Serdang juga meraih prestasi pada bidang keagamaan melalui peringkat tiga MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026, penghargaan inovasi daerah, program pangan murah terbaik, hingga berbagai penghargaan bidang keluarga berencana, kesehatan, digitalisasi daerah, keterbukaan informasi, seni budaya, dan pengelolaan keuangan.
Catatan penting lainnya adalah capaian peringkat pertama tingkat Provinsi Sumatera Utara atas Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (IPKD MCSP) Tahun 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Rangkaian prestasi tersebut menjadi gambaran perjalanan Deli Serdang menuju tata kelola daerah yang semakin modern, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Memasuki usia 80 tahun, Deli Serdang menghadapi tantangan baru dengan modal pengalaman panjang, sumber daya manusia, serta kekuatan keberagaman masyarakat. Arah pembangunan ke depan diarahkan untuk menghadirkan daerah yang semakin kompetitif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman (Ilham Gondrong)
















