Bitung | Tribuneindonesia.com – Akses pasokan air bersih untuk masyarakat di belasan titik wilayah Kota Bitung dipastikan bakal mengalami gangguan signifikan, Jumat (26/06/26).
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara Kota Bitung secara resmi mengonfirmasi adanya kendala teknis pada jaringan distribusi utama mereka yang memerlukan penanganan segera.
Langkah darurat harus diambil pihak manajemen menyusul ditemukannya kerusakan pada pipa transmisi utama di kawasan Danowudu.
Pipa jenis High-Density Polyethylene (HDPE) National Urban Water Supply Project (NUWSP) berdiameter 400 mm tersebut dilaporkan mengalami kebocoran yang cukup serius.
Sebagai konsekuensi dari kondisi tersebut, Perumda Duasudara menjadwalkan eksekusi perbaikan teknis secara menyeluruh pada Jumat, 26 Juni 2026.
Berdasarkan estimasi tim ahli di lapangan, proses intervensi infrastruktur ini dipastikan memicu penurunan tekanan drastis hingga penghentian sementara suplai air ke pelanggan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho, SE, menegaskan bahwa perbaikan ini mengusung misi krusial untuk menyelamatkan volume air yang terbuang.
Selain menekan angka kehilangan air (water losses), normalisasi ini menjadi harga mati demi menjaga keandalan jangka panjang sistem distribusi hilir.
“Kami memohon pengertian dan kerja sama dari seluruh pelanggan. Pekerjaan ini bersifat darurat dan harus segera diselesaikan demi keberlangsungan layanan jangka panjang,”
ujar Alfred melalui keterangan tertulisnya, dilansir dari Barometersulut.com.
Pihak Perumda juga bergerak cepat memetakan wilayah terdampak agar masyarakat dapat mengantisipasi situasi lebih awal.
Berdasarkan data resmi, terdapat 19 lokasi yang diproyeksikan bakal terdampak langsung oleh kebijakan pemeliharaan jaringan darurat ini.
Daftar wilayah yang mengalami gangguan mencakup area strategis dan permukiman padat penduduk, antara lain:
- Kompleks Rumah Dinas Walikota, Kompleks Gereja Zaitun, dan Sebagian Kompleks Belakang Kodim.
- Kompleks Paceda Lorong 1, Kompleks Gereja Puncak Selamat, Kompleks Bonansa, serta Rumah Dinas Imigrasi.
- Kawasan Candi Manangis, Candi Tatawa, Erpak Kusu Kusu, Kompleks SMP 12 Bitung, Lorong Satal Atas, dan Kampung Parah.
- Area Lapangan Tembak, Perum Bougenville, Perum Greenville, Kampus STBM, Permukiman Di atas Tol SMP 12, hingga Perum Pengungsi.
Menyikapi potensi kelangkaan air selama proses pengerjaan, manajemen mengimbau warga di ke-19 titik tersebut untuk segera menampung air.
Manajemen menyarankan masyarakat mengamankan cadangan air bersih domestik sejak satu hari sebelum jadwal penutupan aliran dimulai.
Guna memastikan transparansi publik, Perumda Duasudara memanfaatkan berbagai kanal komunikasi massa, mulai dari papan pengumuman fisik hingga platform media sosial resmi.
Manajemen berjanji akan mengalirkan kembali pasokan air secara bertahap begitu proses pengelasan dan penyambungan pipa HDPE tuntas dilakukan.
Berpegang pada visi “Air Bersih untuk Semua”, BUMD milik Pemkot Bitung ini menyatakan komitmennya untuk meminimalisasi durasi pemadaman aliran.
Saluran siaga (call center) tetap dibuka penuh bagi pelanggan yang membutuhkan informasi terkini atau pengaduan darurat sepanjang masa perbaikan infrastruktur berlangsung. (kiti)
















