​Akses Jalan Bitung–Minahasa Utara Kembali Terbuka Usai Mediasi Humanis TNI-Polri dan Warga

- Editor

Senin, 22 Juni 2026 - 12:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Bitung | Tribuneindonesia. com Jalur transportasi yang menghubungkan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara kini telah kembali normal. Blokade jalan yang sempat menutup akses di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, akhirnya resmi dibuka kembali pada Senin (22/06/26).

​Langkah krusial ini berhasil dicapai berkat mengemukanya semangat kebersamaan serta komunikasi yang sehat. Semua pihak yang terlibat sepakat untuk menurunkan ego dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas yang terganggu akibat penutupan jalur tersebut.

​Sebelum posko pemblokiran dibongkar, sebuah momen pemandangan yang menyejukkan terlihat di lokasi kejadian. Seluruh elemen masyarakat bersama aparat keamanan terlebih dahulu menggelar ibadah bersama di titik penghadangan massa.

​Ibadah singkat yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPMJ Sion Tinerungan, Pdt. Agustina Horman, S.Th. Doa bersama ini sengaja diinisiasi untuk memohon penyertaan Tuhan sekaligus meredam ketegangan agar tercipta suasana yang damai dan penuh kekeluargaan.

​Ketegangan di lapangan perlahan mencair berkat kehadiran dua pucuk pimpinan aparat keamanan setempat. Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., dan Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, turun langsung ke lokasi guna mendengarkan keluh kesah warga secara langsung.

​Langkah taktis yang diambil oleh jajaran TNI dan Polri ini mengedepankan pola pendekatan persuasif dan dialogis. Aparat tidak memilih opsi represif, melainkan memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi yang netral antara warga dan pihak otoritas pemerintah.

Aksi pemblokiran jalan oleh warga ini sejatinya dipicu oleh akumulasi rasa kekecewaan. Sejumlah warga menuntut kepastian konkret dari pemerintah terkait perbaikan fasilitas jalan nasional yang ambruk total akibat terjangan bencana longsor beberapa waktu lalu.

​Menyikapi tuntutan tersebut, Polres Bitung bersama Kodim 1310 Bitung bergerak cepat dengan memfasilitasi ruang musyawarah. Pendekatan secara humanis menjadi instruksi utama demi menghindari gesekan fisik antara petugas dan masyarakat di lapangan.

​Sebuah pertemuan koordinasi kemudian digelar di Kantor Kelurahan Pinasungkulan untuk mencari jalan keluar. Dialog tersebut mempertemukan perwakilan warga, jajaran pemerintah daerah, BPJN Sulawesi Utara, serta unsur TNI-Polri.

​Dalam forum yang berlangsung dinamis tersebut, Hendrik Lule bertindak sebagai juru bicara yang menyuarakan aspirasi masyarakat. Diskusi pun berjalan secara terbuka dan konstruktif demi melahirkan solusi yang saling menguntungkan.

​Mediasi intensif tersebut akhirnya membuahkan titik temu yang disepakati oleh semua pihak. Warga bersedia membuka kembali akses jalan secara temporer sembari menunggu realisasi perbaikan permanen pada titik jalan nasional yang longsor.

Guna menjamin kepastian hukum dan komitmen bersama, butir-butir kesepakatan tersebut langsung dituangkan ke dalam dokumen perjanjian tertulis. Surat pernyataan bersama itu kemudian ditandatangani oleh seluruh perwakilan instansi dan tokoh masyarakat yang hadir.

Baca Juga:  ​Turun ke Lapangan, AKP Feriantina Pastikan Keamanan Wilayah Matuari Tetap Kondusif

​Pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara yang hadir dalam pertemuan itu juga memberikan garansi kerja. Mereka berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek perbaikan infrastruktur jalan tersebut dalam estimasi waktu lima hingga enam bulan ke depan.

​Merespons hasil positif ini, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga Tinerungan dan Kelurahan Pinasungkulan atas kedewasaan mereka dalam berdialog. ​

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membuka ruang komunikasi dan bersedia bermediasi. Kesepakatan yang tercapai hari ini merupakan bukti bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan musyawarah,”

ujar AKBP Albert Zai.

​Ia menambahkan bahwa Polri akan terus mengawal jalannya kesepakatan ini hingga tuntas. Kepuasan serta rasa aman masyarakat menjadi prioritas utama pelayanan aparat penegak hukum di wilayah Bitung.

​Suara apresiasi juga datang dari penuturan Agus Pangalila, salah satu warga Tinerungan. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Kelurahan Pinasungkulan yang telah berbesar hati membuka barikade jalan demi kemaslahatan bersama

. ​”Kami sangat mengapresiasi Polres Bitung dan Kodim 1310 Bitung yang telah memediasi seluruh pihak sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan damai,”

tutur Agus dengan nada lega.

Selama proses pembukaan jalan berlangsung, situasi keamanan dipantau ketat oleh ratusan personel gabungan. Unsur pengamanan ini terdiri dari prajurit TNI, anggota Polri, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

​Kehadiran personel gabungan tersebut sukses memastikan seluruh tahapan pembersihan sisa blokade berjalan dengan aman dan tertib. Potensi konflik horizontal yang sempat membayangi wilayah tersebut akhirnya dapat diredam total.

​Sejumlah pejabat teras terpantau ikut mengawal jalannya eksekusi pembukaan jalan di lapangan. Selain Kapolres dan Dandim, tampak hadir Asisten I Frisman Dandel, S.Sos. yang mewakili Wali Kota Bitung, serta Kasatker PJN Wilayah I Sulawesi Utara, Ir. Ringgo Radetyo.

​Formasi pejabat yang hadir diperkuat oleh Wakapolres Bitung Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., Kabag Ops AKP Novri Sadia, S.Sos., S.H., bersama jajaran Camat Ranowulu dan Lurah Pinasungkulan yang mengawasi jalannya prosesi hingga usai.

​Normalisasinya jalur ini membawa angin segar bagi urat nadi perekonomian setempat. Maklum saja, jalur lintas Bitung–Minahasa Utara ini merupakan rute vital yang saban hari diakses warga untuk keperluan mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga urusan sosial.

​Keberhasilan penyelesaian konflik berbasis ibadah dan musyawarah humanis di Pinasungkulan ini kini menjadi cetak biru baru.

Kasus ini membuktikan bahwa jalur diplomasi dan keterbukaan tetap menjadi solusi paling ampuh dalam menyelesaikan sengketa publik. (kiti)

Berita Terkait

​Angin Kencang Melanda, Petani di Sekitar Cagar Alam Duasudara Diminta Jaga Lahan dari Kobaran Api
​Gali Inovasi di PENAS XVII Gorontalo, Wali Kota Bitung Boyong Kontingen Jelajahi Stan Pameran
Jasa Raharja Gerak Cepat Berikan Jaminan Korban KecelakaanTol Jakarta-Cikampek
Bupati Bireuen Hadiri Wisuda Ummah, Lulusan Harus Siap Hadapi Era Digital Dan Anti Korupsi
​Kadis Kominfo Bitung Altin Tumengkol Genap 43 Tahun, Redaksi Tribuneindonesia Beri Apresiasi Atas Sinergitas Pers
Peduli Kesehatan Anak, Pegadaian Manado Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis
Darma Baginda Tutup Usia
​Dipimpin Kapolsek, Tim Resmob Aertembaga Ringkus 3 Spesialis Maling Mesin Perahu
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 14:37

GRPK dan BBHAR Satukan Langkah Perkuat Advokasi Hukum, Bongkar Dugaan Persoalan Alsintan Kelompok Tani Rukun Sena

Senin, 22 Juni 2026 - 11:42

Banyak Desa di Aceh Tenggara Diduga Abaikan Kewajiban Publikasi APBDes, Bupati Diminta Bertindak Tegas

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:35

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:32

Ir. Iskandar DPRA Semangati 7 Atlit Tarung Derajat Simeulue Lolos Pora

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:37

Dari Akademisi hingga Praktisi, Arief Martha Rahadyan Mendapat Apresiasi atas Kiprah dan Gagasannya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:11

Babak Baru BPKP ACEH Resmi Mulai Audit Persoalan PT. Raja Marga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:18

Kunjungan Takziah dan Penyaluran Santunan: Bukti Perhatian Pemerintah Gampong bagi Warga Berduka

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:07

Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh Syahbudin Padang Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Alibasyah

Berita Terbaru