Rakyat Kecewa Harga Pertamax Melonjak, TAMPERAK-LHI dan PEPABRI Ingatkan Potensi Peralihan ke Pertalite dan Solar

- Editor

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TribuneIndonesia.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) menuai beragam reaksi dari masyarakat. Lonjakan harga yang disebut naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai memberatkan pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan BBM berkualitas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK), Laskar Hukum Indonesia (LHI), sekaligus Sekretaris Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI), Purnawirawan TNI Zulsyafri, menyoroti dampak kenaikan harga tersebut terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut Zulsyafri, kenaikan harga Pertamax berpotensi mengubah pola konsumsi BBM masyarakat. Banyak pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax diperkirakan akan beralih ke Pertalite karena selisih harga yang cukup jauh.

“Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Lonjakan harga Pertamax membuat banyak pengendara harus menghitung ulang pengeluaran mereka. Pantauan kami di berbagai SPBU menunjukkan antrean kendaraan yang mengisi Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya,” ujar Zulsyafri.

Ia menambahkan, masyarakat tentu akan mencari alternatif yang lebih terjangkau. Namun demikian, tidak semua pengguna kendaraan dapat beralih menggunakan Pertalite karena adanya ketentuan spesifikasi mesin tertentu yang direkomendasikan tetap menggunakan Pertamax.

“Sebagian pemilik kendaraan tidak memiliki banyak pilihan karena spesifikasi mesin kendaraan mereka mengharuskan penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi. Mereka terpaksa tetap membeli Pertamax meskipun harganya mengalami kenaikan cukup signifikan,” katanya.

Zulsyafri juga mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Ia menilai para pemangku kebijakan harus mampu memberikan solusi yang berpihak kepada rakyat.

“Kita pernah mendengar pernyataan bahwa kondisi BBM aman. Namun hari ini masyarakat kembali dihadapkan pada kenyataan kenaikan harga. Sebagai pemangku jabatan penting di negeri ini, seharusnya mampu menjadi contoh dan mempelopori upaya-upaya untuk mengatasi kesulitan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga:  STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku terkejut saat mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax. Salah seorang warga mengatakan dirinya baru mengetahui informasi tersebut saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU.

“Saya baru tahu tadi pagi waktu mau isi BBM. Jujur saya kaget karena kenaikannya cukup besar,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, kenaikan harga Pertamax tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok.

“Dengan naiknya harga Pertamax, kemungkinan banyak yang beralih ke Pertalite. Kalau sulit mendapatkannya di SPBU, bisa saja masyarakat mencari BBM di penjual eceran atau pertamini yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.

Sementara itu, saat LHI melakukan dialog dengan sejumlah warga mengenai kebijakan tersebut, mayoritas mengaku kecewa dan khawatir terhadap dampak lanjutan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

“Masyarakat tentu berharap jangan sampai terjadi kelangkaan Pertalite maupun Solar. Namun kami juga memahami bahwa berbagai kebijakan bisa saja berubah sewaktu-waktu. Yang jelas, masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM agar tidak semakin membebani rakyat,” kata seorang warga.

TAMPERAK, LHI, dan PEPABRI berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan yang transparan terkait kebijakan harga BBM serta memastikan distribusi Pertalite dan Solar tetap berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut mereka, stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga energi merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional. Dengan kondisi ekonomi yang masih menantang, kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dinilai menjadi harapan besar masyarakat Indonesia saat ini. (zs)

Berita Terkait

Operasi Penuh Risiko, Tim URC Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman Bersenjata di Sultan Daulat
Sorotan Pengelolaan Limbah B3, PT Alam Karya Alam Sukses Diminta Buka Kejelasan Izin Operasional di Namo rambe
Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman
Tak Ada Pembangkit Baru Yang Dibangun Selama 5 Tahun Darmo Jadi Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo?
TAMPERAK, LHI dan PEPABRI Soroti Gaji PPPK Paruh Waktu di Aceh Tamiang, Hanya Rp200 Ribu per Bulan
OKNUM KADUS BUKET KARENG BERANI ANCAM WARTAWAN: “JANGAN SAMPAI PIHAK HUKUM DATANG KE RUMAHMU
Massa Kepung Polresta, Desak Usut Dugaan Korupsi APBDes Desa Sidoarjo I Jati Baru
Momen Bersejarah di Pasir Belo: Mobil BUMDes Diserahkan, Masyarakat Jadi Saksi Langsung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:16

Kepala Dinas P dan K Bireuen, Dr. Muslim, M.Pd.,gelar temu ramah dengan media

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:08

Nani Souvenir Aceh Ikut Meriahkan Pekan Raya Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:28

Pemkab Bireuen Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Aceh

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:48

Brimob Aceh Hadirkan Aksi Nyata Lewat Program Indonesia ASRI, Masjid Baiturrohim Kini Lebih Bersih dan Nyaman

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:57

Revitalisasi SD Negeri Muara Situlen Rp913 Juta: Proyek Pemulihan atau Sekadar Tambal Sulam

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:55

​Langkah Strategis Pemkot Bitung Wujudkan Iklim Kerja Aman dan Sejahtera di Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:26

Hadir di Peluncuran FK UNIMA, Wali Kota Hengky Honandar Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Kesehatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:39

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia. PMI Bireuen Kumpulkan 115 Kantong Darah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

132 Administrator Diasah, Birokrasi Deli Serdang Dipacu Lebih Presisi

Jumat, 12 Jun 2026 - 15:38